Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Rolls-Royce Berencana Tutup Sementara Pabrik Mesin

Senin 08 Feb 2021 08:07 WIB

Red: Friska Yolandha

Mesin pesawat buatan Rolls Royce. Pabrikan Rolls-Royce berencana menutup sementara pabrik mesin jetnya selama dua pekan pada musim panas ini. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi biaya yang timbul sebagai dampak dari pademi Covid-19.

Mesin pesawat buatan Rolls Royce. Pabrikan Rolls-Royce berencana menutup sementara pabrik mesin jetnya selama dua pekan pada musim panas ini. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi biaya yang timbul sebagai dampak dari pademi Covid-19.

Foto: segelasinfo.com
Sebanyak 19 ribu pekerja terdampak penutupan sementara pabrik mesin selama dua pekan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pabrikan Rolls-Royce berencana menutup sementara pabrik mesin jetnya selama dua pekan pada musim panas ini. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi biaya yang timbul sebagai dampak dari pademi Covid-19.

Pembuat mesin aero ini telah memulai pembicaraan dengan serikat pekerja terkait penutupan tersebut. Pembicaraan juga termasuk soal pemotongan biaya di unit kedirgantaraan sipilnya.

Baca Juga

"Kami harus mengelola basis biaya sebagai tanggapan terhadap dampak berkelanjutan dari pademi Covid-19 di seluruh sektor penerbangan komersial," tulis Rolls-Royce dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir The Guardian, Senin (8/2).

Keuangan Rolls-Royce telah terdampak karena larangan penerbangan sejumlah maskapai yang menjadi langganannya. Bahkan, kondisi itu diperburuk oleh pembatasan perjalanan lebih lanjut yang dilakukan pada tahun ini.

Rolls-Royce berharap dapat menghemat puluhan juta pound dari gaji dan biaya operasional lainnya. Staf telah diberi tahu gaji dua pekan yang hilang akan digunakan untuk meminimalkan kerugian pada pendapatan mereka.

Menurut Sunday Telegraph, penutupan pada musim panas dilakukan selama dua pekan. Langkah ini akan memberikan dampak pada 19 ribu staf di divisi kedirgantaraan sipil di seluruh dunia, termasuk 12.500 pekerja di Inggris.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA