Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

OPEC+ Pertimbangkan Pengurangan Pasokan Minyak Global

Jumat 07 Feb 2020 07:31 WIB

Red: Nidia Zuraya

Kilang minyak, ilustrasi

Kilang minyak, ilustrasi

Foto: AP
Panel OPEC+ merekomendasikan pengurangan produksi minyak 600 ribu barel per hari.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Harga minyak berjangka ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Kamis (6/2) atau Jumat (7/2) pagi WIB. Kenaikan yang bervariasi ini dipicu rencana negara-negara anggota OPEC dan mitranya Rusia mengenai kemungkinan penurunan produksi lebih lanjut untuk mengurangi dampak melemahnya permintaan global akibat wabah virus corona.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman April turun 35 sen menjadi ditutup pada 54,93 dolar per barel, sementaraminyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret naik 20 sen menjadi menetap di 50,95 dolar AS per barel.

Kedua kontrak naik lebih dari satu dolar AS per barel di awal, kemudian memangkas keuntungan karena para pedagang menunggu untuk melihat apakah Rusia siap dengan kemungkinan pengurangan produksi lebih lanjut bersama dengan OPEC dan sekutu.

"Pemotongan produksi mungkin diperlukan untuk keluar dari penghancuran permintaan jangka pendek," kata Phil Flynn, seorang analis di Price Futures Group di Chicago.

Karena wabah virus corona telah melemahkan permintaan energi, panel teknis OPEC+ telah merekomendasikan pengurangan produksi minyak sementara sebesar 600 ribu barel per hari (bph), kata dua sumber.

Panel mengusulkan agar pemotongan segera dimulai dan berlanjut sampai Juni jika semua anggota menyetujuinya, kata sebuah sumber.

Wabah virus corona telah mengakibatkan karantina dan memutuskan ribuan penerbangan ke China. Korban tewasnya telah meningkat menjadi lebih dari 550 di China, ekonomi terbesar kedua di dunia dan pusat penyebaran.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa penyakit itu telah memuncak di China, tetapi mencatat bahwa pada Rabu (5/2) adalah hari pertama jumlah kasus baru di China telah menurun.

Harapan wabah ini mungkin telah bisa dikendalikan menyuntikkan optimisme ke pasar minyak yang telah jatuh lebih dari 15 persen tahun ini. Selama dua hari terakhir, pasar keuangan telah didukung oleh laporan yang belum dikonfirmasi tentang kemungkinan kemajuan dalam memproduksi obat untuk melawan virus corona. WHO telah mengesampingkan laporan obat terobosan tersebut.

Di China, penjualan jangka pendek minyak mentah dan gas alam cair hampir terhenti minggu ini karena virus corona memperlambat aktivitas ekonomi dan memangkas permintaan.




sumber : Antara/Xinhua
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA