Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Keuntungan Disney Menurun Akibat Protes dan Virus Corona

Jumat 07 Feb 2020 07:12 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nidia Zuraya

Istana ikonik di Disneyland Hong Kong.

Istana ikonik di Disneyland Hong Kong.

Foto: EPA
Pendapatan operasional Disneyland Shanghai berpotensi turun sekitar 135 juta dolar AS

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG -- Disney telah memperingatkan bahwa keuntungan dari taman bermain Disneyland di China dapat turun 280 juta dolar AS pada kuartal pertama 2020. Hal ini karena penutupan yang disebabkan oleh virus corona dan hilangnya bisnis terkait dengan protes massal baru-baru ini di Hong Kong.

Perusahaan pada Selasa (4/2), memperingatkan potensi pukulan untuk sumber keuntungan, dan menambahkan bahwa virus corona akan berdampak pada penurunan keuntungan untuk kuartal pertama dan tahun fiskal secara keseluruhan, dilansir di CNN, Kamis (6/2).

Disney (DIS) menghentikan sementara operasi di beberapa fasilitasnya di China bulan lalu sebagai tanggapan atas krisis kesehatan masyarakat yang sedang berlangsung. Virus corona telah menewaskan hampir 500 orang dan menginfeksi lebih dari 24.500, kebanyakan di China daratan.

"Untuk saat ini, properti di Hong Kong dan Shanghai ditutup tanpa batas waktu, dan besarnya dampak finansial sangat tergantung pada durasi penutupan," kata Chief Financial Officer Disney, Christine McCarthy.

Pendapatan operasional di Disneyland Shanghai berpotensi turun sekitar 135 juta dolar AS pada kuartal ini jika  tetap ditutup selama dua bulan.

Disneyland Hong Kong, yang telah lama berjuang untuk mendapatkan daya tarik, terkena dampak penurunan pariwisata karena protes massal sepanjang paruh kedua 2019. Menurut McCarthy, akibat aksi protes dan wabah virus corona, Disneyland Hong Kong bisa kehilangan pendapatakn operasional sekitar 145 juta dolar AS selama kuartal pertama 2020.

Wabah virus di China menyerang pada waktu yang sangat buruk bagi bisnis. Negara ini baru saja merayakan liburan terbesarnya, Tahun Baru Imlek, yang biasanya merupakan anugerah bagi sektor hiburan dan perjalanan karena sebagian besar penduduk China menikmati libur seminggu. Tahun ini, banyak perusahaan melewatkan keuntungan yang biasanya dibawa dari liburan ini.

McCarthy mengatakan bahwa periode ini biasanya bermanfaat bagi Disney, dengan tingkat kehadiran dan hunian yang tinggi. Penghasilan dari Shanghai Disney menjadi sangat penting. "Sebelum wabah corona muncul, kunjungan ke Disneyland Shanghai terus tumbu. Pertumbuhan ini turut membantu mengimbangi kinerja buruk di Disneyland Hong Kong," kata perusahaan itu.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA