Tuesday, 20 Zulqaidah 1440 / 23 July 2019

Tuesday, 20 Zulqaidah 1440 / 23 July 2019

The Fed Tahan Suku Bunga

Kamis 20 Jun 2019 08:56 WIB

Red: Friska Yolanda

Televisi di Bursa Saham New York menunjukkan pengumuman ditahannya suku bunga acuan oleh bank sentral AS The Federal Reserve. The Fed mempertahankan suku bunga pada 2,25 persen hingga 2,5 persen.

Televisi di Bursa Saham New York menunjukkan pengumuman ditahannya suku bunga acuan oleh bank sentral AS The Federal Reserve. The Fed mempertahankan suku bunga pada 2,25 persen hingga 2,5 persen.

Foto: AP Photo/Richard Drew
Analis memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunga pada Juli.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed) pada Rabu (19/6) memutuskan membiarkan suku bunga tidak berubah. Para pejabat mempertimbangkan sinyal beragam pada kesehatan ekonomi AS dan dampak dari ketegangan perdagangan.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), komite pembuat kebijakan The Fed, memutuskan untuk mempertahankan kisaran target untuk suku bunga federal (FFR) pada 2,25 persen hingga 2,5 persen. Hal itu diputuskan The Fed pernyataan setelah mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari.

Baca Juga

Bank sentral mencatat bahwa pasar tenaga kerja AS tetap kuat dan kegiatan ekonomi meningkat pada tingkat yang moderat sejak Mei. Sementara, indikator-indikator bisnis investasi tetap telah melemah dan ketidakpastian tentang prospek ekonomi meningkat.

"Mengingat ketidakpastian ini dan tekanan inflasi yang lemah, Komite akan memonitor dengan seksama implikasi informasi yang masuk untuk prospek ekonomi dan akan bertindak secara wajar untuk mempertahankan ekspansi, dengan pasar tenaga kerja yang kuat dan inflasi mendekati sasaran dua persen yang simetris," kata Fed.

Pertemuan itu datang ketika para pelaku pasar mengharapkan The Fed menurunkan suku bunga pada tahun ini. Penurunan ini sebagian karena kekhawatiran tentang meningkatnya biaya-biaya ketegangan perdagangan dan perlambatan pertumbuhan global. Presiden AS Donald Trump juga berulang kali menekan The Fed untuk menurunkan suku bunga dan mendorong pertumbuhan ekonomi. 

"Saya akan mengatakan tidak ada banyak dukungan untuk memangkas suku bunga sekarang pada pertemuan ini," kata Ketua The Fed Jerome Powell pada konferensi pers.

Pejabat Fed ingin menunggu dan melihat lebih banyak data sebelum memindahkan suku bunga. "Kami merasa bahwa akan lebih baik untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang berbagai hal, dan bahwa kami sebenarnya akan belajar banyak tentang perkembangan ini dalam waktu dekat," katanya.

Analis melihat The Fed menurunkan komitmennya menjadi 'sabar' dalam pernyataan kebijakannya. Para analis percaya The Fed telah membuka pintu untuk penurunan suku bunga segera setelah Juli.

"Fed bersiap untuk penurunan suku bunga pada Juli. Suasana di dalam Fed jelas telah berubah. Tapi, mereka lebih memilih untuk tetap berhati-hati dan siap menghadapi kemungkinan darurat untuk saat ini. Risiko sekarang ke aspek negatif," kata Diane Swonk, Kepala Ekonom di Grant Thornton LLP.

Hampir 40 persen ekonom memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunganya pada Juli. Sementara sekitar 30 persen meramalkan penurunan suku bunga pada September.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA