Tuesday, 20 Zulqaidah 1440 / 23 July 2019

Tuesday, 20 Zulqaidah 1440 / 23 July 2019

Jack Ma Mundur, Alibaba Group Rombak Manajemen

Selasa 18 Jun 2019 15:34 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Friska Yolanda

Perkembangan dan Inovasi Digital Ekonomi. Pendiri Alibaba Group Jack Ma menjadi nara sumber saat diskusi di sela Pertemuan Tahunan IMF - Bank Dunia 2018 di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10).

Perkembangan dan Inovasi Digital Ekonomi. Pendiri Alibaba Group Jack Ma menjadi nara sumber saat diskusi di sela Pertemuan Tahunan IMF - Bank Dunia 2018 di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10).

Foto: Republika/ Wihdan
Alibaba mempertimbangkan untuk melantai di bursa efek Hong Kong.

REPUBLIKA.CO.ID, SHANGHAI -- Alibaba Group Holding Ltd mengatakan pada Selasa (17/6) bahwa direktur keuangan Maggie Wu, akan mengawasi unit akuisisi strategis dan investasi perusahaan, sebagai bagian dari perombakan bisnis dan manajemen di raksasa e-commerce tersebut.

"Wu akan mengambil alih dari Wakil Ketua Eksekutif Joe Tsai, yang akan mendukung Wu dalam peran barunya," kata Alibaba dalam sebuah pernyataan di akun resmi Wechat, Selasa (17/6). 

Divisi supermarketnya, Freshippo, akan menjadi bisnis mandiri, dan unit perangkat lunak perusahaan Ding Talk akan digabungkan ke dalam unit cloud perusahaan. Alibaba menambahkan perubahan tersebut efektif mulai Selasa.

"Untuk menjamin inovasi, berinvestasilah di masa depan kita, Alibaba sedang melakukan peningkatan organisasi," kata perusahaan itu dalam pernyataan yang ditandatangani oleh CEO Daniel Zhang.

Pengumuman ini menandai perombakan signifikan pertama sejak co-founder perusahaan Jack Ma tahun lalu mengumumkan ia akan mundur dan mengizinkan Zhang untuk menggantikannya sebagai ketua.

Alibaba telah berinvestasi dalam lini bisnis baru seperti komputasi cloud karena booming dalam e-commerce intinya telah memuncak dan pertumbuhan bisnis top-nya melambat. Reuters melaporkan bulan lalu bahwa perusahaan sedang mempertimbangkan untuk mengumpulkan sebanyak 20 miliar dolar AS melalui IPO di Hong Kong untuk meningkatkan investasi perang. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA