Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Perbaikan Perangkat Lunak Boeing Mundur dari Target

Selasa 02 Apr 2019 23:40 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Friska Yolanda

Pekerja merakit Boeing 737 MAX 8 di fasilitas perakitan pesawat di Washington, Amerika Serikat.

Pekerja merakit Boeing 737 MAX 8 di fasilitas perakitan pesawat di Washington, Amerika Serikat.

Foto: AP Photo/Ted S. Warren
Mundurnya pembaruan perangkat lunak memperlama Boeing 737 MAX dikandangkan.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Boeing Co mengatakan rencananya untuk menyerahkan pembaruan perangkat lunak yang diusulkan untuk 737 MAX dilakukan dalam beberapa pekan ke depan. Rencana ini mundur karena sebelumnya perusahaan mengatakan akan memberikan perbaikan perangkat lunak untuk mendapat persetujuan pemerintah pada pekan lalu. 

Boeing pada Senin (1/4) mengkonfirmasi sebuah pernyataan dari Administrasi Penerbangan Federal (FAA) bahwa perusahaan akan mengirimkan pembaruan lebih lambat dari yang sebelumnya diumumkan. "Kami berupaya menunjukkan bahwa kami telah mengidentifikasi dan memenuhi semua persyaratan sertifikasi dengan tepat dan akan mengajukan tinjauan FAA setelah selesai dalam beberapa minggu mendatang," kata Boeing. 

Baca Juga

Lebih dari 300 jet Boeing 737 MAX telah dikandangkan di seluruh dunia setelah dua kecelakaan, di Indonesia pada Oktober 2018 dan di Ethiopia bulan lalu, yang menewaskan hampir 350 orang. Boeing, menghadapi salah satu krisis terburuk dalam beberapa tahun, berada di bawah tekanan dari keluarga korban kecelakaan, maskapai penerbangan, anggota parlemen di Washington dan regulator di seluruh dunia untuk membuktikan bahwa sistem kontrol penerbangan otomatis dari 737 MAX aman dan pilot memiliki pelatihan yang diperlukan untuk mengganti sistem dalam keadaan darurat.

Dua orang sumber mengatakan tinjauan Boeing menemukan masalah pada 'integrasi' ketika perangkat lunak baru dimuat ke dalam pesawat terbang. Salah satu orang menambahkan bahwa masalah yang ditemukan tidak ada hubungannya dengan Ethiopia.

Seorang analis mengindikasikan masih terlalu dini untuk menentukan berapa lama waktu perbaikan perangkat lunak ini akan menambah pengandangan pesawat. Persetujuan dari regulator non-AS masih diharapkan menjadi faktor utama dalam menentukan kapan pesawat akan terbang kembali secara global.

Sebagai tanda pesawat itu mungkin tidak beroperasi lebih lama dari perkiraan, Southwest Airlines Co mengatakan bahwa maskapai telah menerbitkan jadwal revisi untuk April dan Mei untuk armada Southwest yang tersedia saat ini. Hal ini bertujuan mengurangi secara drastis gangguan perjalanan dalam menit-menit terakhir  dan pembatalan pada hari yang sama.

American Airlines Group Inc mengatakan mereka sadar bahwa layanan untuk 737 MAX mungkin ditunda lebih lanjut dan mengatakan maskapai tengah mengatasi semua pelanggan yang terkena dampak pembatalan penerbangan. "Diperlukan waktu untuk pekerjaan tambahan oleh Boeing sebagai hasil dari tinjauan berkelanjutan dari Sistem Kontrol Penerbangan 737 MAX untuk memastikan bahwa Boeing telah mengidentifikasi dan secara tepat menangani semua masalah terkait," kata Juru bicara FAA Greg Martin. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA