Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

GM Investasi 300 Juta Dolar AS Produksi Mobil Listrik

Sabtu 23 Mar 2019 10:10 WIB

Red: Friska Yolanda

Chevrolet Cruze

Chevrolet Cruze

Kendaraan listrik baru menjadi komitmen GM untuk masa depan mobil listrik.

REPUBLIKA.CO.ID, CHICAGO -- General Motors (GM)  berencana untuk menginvestasikan 300 juta dolar AS untuk memproduksi mobil listrik (EV) Chevrolet baru Produsen otomotif terkemuka AS itu menyatakan produksi akan dilakukan di pabrik perakitan Orion di negara bagian Michigan.

GM awalnya bermaksud memproduksi kendaraan listrik baru di luar Amerika Serikat. Keputusan untuk membawanya ke Orion yang akan menambah 400 pekerjaan baru di sana.

Ini adalah bagian dari komitmen baru GM untuk menginvestasikan total 1,8 miliar dolar AS dalam operasi manufakturnya di Amerika Serikat. Dengan keputusan ini, GM menciptakan 700 lapangan kerja baru dan mendukung 28.000 pekerjaan di enam negara bagian.

"Kami sangat senang membawa pekerjaan ini dan investasi ini ke AS," kata Ketua dan CEO GM Mary Barra. 

Ia menambahkan kendaraan listrik Chevrolet baru ini adalah langkah positif menuju komitmen GM untuk masa depan yang sepenuhnya listrik.

Pengumuman itu dikeluarkan beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump mengecam GM dan menekan raksasa produsen mobil itu untuk membuka kembali pabrik Ohio. Pada penutupannya, pabrik tersebut telah membuat 1.700 orang kehilangan pekerjaan.

Pabrik di Lordstown, Ohio, yang tutup setelah memproduksi Chevy Cruze, adalah satu dari empat fasilitas yang ditutup. Pabrik Hamtramck di Detroit akan ditutup akhir tahun depan. Operasi transmisi di Baltimore dan Warren kemungkinan akan tutup dalam beberapa bulan ke depan.

Keempat pabrik tersebut mempekerjakan 2.800 pekerja. Pekerja yang kehilangan pekerjaan ditawari transfer kerja ke pabrik baru yang akan dibangun di tempat lain.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA