Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Harga Minyak Tertekan Kekhawatiran Perlambatan Ekonomi

Sabtu 15 Dec 2018 07:54 WIB

Red: Friska Yolanda

Ilustrasi Kilang Minyak

Ilustrasi Kilang Minyak

Foto: Foto : MgRol112
Pertumbuhan bisnis zona euro turun ke level terendah dalam empat tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Harga minyak dunia jatuh pada akhir perdagangan Jumat (14/12) waktu setempat. Penurunan ini disebabkan karena tanda-tanda kemungkinan melemahnya ekonomi global meningkatkan kegelisahan pasar dengan penurunan tajam di pasar saham AS.

Investor mencerna serangkaian data ekonomi suram dari Eropa pada Jumat yang menenggelamkan pasar ke dalam risk aversion atau penghindaran risiko yang lebih dalam. Pertumbuhan bisnis zona euro turun ke level terendah dalam empat tahun, menambah kekhawatiran tren perlambatan kegiatan ekonomi di negara-negara besar di tahun depan.

IHS Markit Eurozone Composite PMI turun menjadi 51,3 pada Desember, terendah sejak November 2014. "Arus masuk bisnis baru hampir terhenti, penciptaan lapangan kerja merosot ke level terendah dua tahun dan optimisme bisnis memburuk," kata perusahaan dalam siaran persnya pada Jumat.

Kekhawatiran atas pasokan yang berlebih berlanjut karena pertumbuhan permintaan global tahun depan diperkirakan akan tetap lamban. Badan Energi Internasional (IEA) mempertahankan proyeksinya untuk pertumbuhan permintaan minyak global tidak berubah dari November sebesar 1,4 juta barel per hari, sedikit lebih tinggi dari pertumbuhan yang diperkirakan sebesar 1,3 juta barel per hari tahun ini.

Minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari turun 1,38 dolar AS menjadi menetap di 51,2 dolar per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, patokan global minyak mentah Brent untuk pengiriman Februari turun 1,17 dolar AS menjadi ditutup pada 60,28 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA