Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Indonesia Suarakan Pentingnya Ekonomi Digital pada KTT G20

Sabtu 01 Dec 2018 10:56 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Andi Nur Aminah

Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang berlangsung di Buenos Aires, Argentina  30 November hingga 1 Desember 2018.

Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang berlangsung di Buenos Aires, Argentina 30 November hingga 1 Desember 2018.

Foto: Foto: Tim media wapres
Semua lapisan masyarakat diharapkan bisa menikmati manfaat era digital.

REPUBLIKA.CO.ID, BUENOS AIRES -- Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyuarakan pentingnya pengembangan ekonomi digital sebagai model bisnis yang inovatif untuk pemerataan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan perluasan inklusif keuangan. Hal ini disampaikannya pada hari pertama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang berlangsung di Buenos Aires, Argentina pada 30 November - 1 Desember 2018.

“Era digital telah mengubah hidup kita, sehingga kita harus memastikan semua manfaat era digital ini dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat,” ujar Jusuf Kalla dalam siaran pers, Sabtu (1/12).

Pada KTT G20 kali ini Indonesia banyak mengangkat mengenai ekonomi digital. Terutama tentang pemanfaatan perkembangan teknologi untuk pertumbuhan inklusif dan pembangunan berkelanjutan.

photo
Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang berlangsung di Buenos Aires, Argentina  30 November hingga 1 Desember 2018.

Tema ekonomi digital juga menjadi salah satu fokus pada pertemuan tahunan IMF/WB Oktober 2018 lalu di Bali. Adapun dalam pertemuan tersebut Indonesia telah mendorong Bali Fintech Agenda, untuk menjadikan fintech sebagai salah satu elemen pendorong pertumbuhan dan peningkatan kesejahteraan.

Tema KTT G20 kali ini adalah Building Consensus for Fair and Sustainable Development dengan penekanan pada tiga pilar prioritas utama. Ketiganya yaitu infrastruktur untuk pembangunan (infrastructure for development), peningkatan keterampilan digital untuk masa depan (future of work), dan masa depan pangan yang berkelanjutan (sustainable food future).

Ketiga pilar prioritas tersebut sejalan dengan kepentingan Indonesia dalam menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai motor pertumbuhan ekonomi, meminimalisir dampak negatif dan memanfaatkan perubahan teknologi untuk mendorong pertumbuhan inklusif. Selain itu, KTT G20 juga mengangkat pembahasan isu-isu global antara lain komitmen atas pentingnya kerja sama multilateralisme dan ekonomi global yang kuat.

photo
Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang berlangsung di Buenos Aires, Argentina  30 November hingga 1 Desember 2018.

Kemudian isu memgenai penggunaan kebijakan moneter, fiskal, dan struktural dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif. Juga disertai komitmen terhadap perdagangan internasional sebagai sumber pertumbuhan, lapangan kerja.
 
KTT G20 adalah pertemuan tingkat kepala negara atau kepala pemerintah yang diadakan setiap tahun dan beranggotakan 19 negara dan 1 Kelompok Regional (Uni-Eropa). G20 secara kolektif mewakili 85 persen GDP dunia, 75 persen perdagangan global, dan dua pertiga penduduk dunia.

G20 merupakan forum negara-negara dengan perekonomian terbesar di dunia yang terbentuk sejak 1999. Untuk awalnya berkumpul para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank. Sejak 2008, G20 meningkat menjadi forum tingkat kepala negara atau kepala pemerintah.

photo
Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang berlangsung di Buenos Aires, Argentina  30 November hingga 1 Desember 2018.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA