Jumat, 19 Ramadhan 1440 / 24 Mei 2019

Jumat, 19 Ramadhan 1440 / 24 Mei 2019

Dolar AS Lengser dari Posisi Tertinggi Sejak Tujuh Pekan

Rabu 10 Okt 2018 07:51 WIB

Red: Nidia Zuraya

Petugas menghitung uang pecahan dolar Amerika Serikat di gerai penukaran mata uang asing. ilustrasi

Petugas menghitung uang pecahan dolar Amerika Serikat di gerai penukaran mata uang asing. ilustrasi

Foto: Republika/Prayogi
Indeks yang mengukur dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia turun 0,11 persen

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Kurs dolar AS turun dari posisi tertinggi dalam tujuh pekan terhadap sejumlah mata uang pada akhir perdagangan Selasa (9/10) atau Rabu (10/10) pagi WIB). Melemhanya kurs dolar ini akibat penurunan imbal hasil obligasi AS dan karena menguatnya poundsterling menyusul laporan positif mengenai kesepakatan Brexit.

Baca Juga

Para investor tak lagi melirik obligasi AS di tengah kekhawatiran bahwa inflasi domestik mungkin meningkat, mendorong Federal Reserve AS untuk mempercepat laju kenaikan suku bunganya. Pada Selasa (9/10), imbal hasil obligasi 10-tahun AS yang dijadikan sebagai acuan, naik ke tertinggi tujuh tahun di 3,261 persen sebelum akhirnya turun menjadi 3,2101 persen karena harga ekuitas yang lebih lemah dan kekhawatiran tentang pertumbuhan global.

Indeks yang melacak dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,11 persen menjadi 95,651 setelah mencapai tertinggi tujuh minggu di 96,155. Euro dibantu oleh laporan Dow Jones bahwa kesepakatan tentang persyaratan bagi Inggris untuk meninggalkan blok ekonomi dapat dicapai secepatnya Senin (15/10).

Mata uang tunggal telah melemah sebelumnya karena kekhawatiran tentang ketegangan antara UE dan Italia atas anggaran negara itu. "Itu membalikkan segalanya. Ini mengobati luka terbuka dari negosiasi anggaran Italia," kata Boris Schlossberg, direktur pelaksana strategi valas di BK Asset Management di New York.

Dow Jones, mengutip para diplomat yang tidak diindentifikasi, mengatakan kedua pihak telah mempersempit perbedaan mereka sekitar perbatasan Irlandia, tetapi beberapa masalah belum dipecahkan. Poundsterling membalikkan penurunan sebelumnya menjadi naik ke 1,3147 dolar AS, menguat 0,41 persen.  Nilai tukar dolar AS terhadap euro, naik 0,36 persen menjadi 87,45 pence per euro.

Sementara itu yuan Cina stabil di dekat terendah tujuh minggu terhadap greenback, karena tekanan likuiditas di pasar yuan luar negeri di Hong Kong membantu menstabilkan sentimen. Yuan Cina di luar negeri turun menjadi 6,9350 yuan per dolar AS, sebelum terkoreksi ke 6,9158, yang sedikit berubah pada hari itu.

Sumber : Antara/Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA