Kamis, 18 Ramadhan 1440 / 23 Mei 2019

Kamis, 18 Ramadhan 1440 / 23 Mei 2019

Dolar AS Menguat Terdongkrak Penurunan Angka Pengangguran

Selasa 09 Okt 2018 06:27 WIB

Red: Nidia Zuraya

Petugas memeriksa kondisi dolar Amerika Serikat di gerai penukaran mata uang asing. ilustrasi

Petugas memeriksa kondisi dolar Amerika Serikat di gerai penukaran mata uang asing. ilustrasi

Foto: Republika/Prayogi
Indeks yang mengukur dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia naik 0,17 persn

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Kurs dolar AS meningkat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (8/10) atau Selasa (9/10) pagi WIB. Dolar AS menguat karena para investor terus mencerna laporan ketegakerjaan AS untuk September.

Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan pada Jumat (5/10) lalu, bahwa tingkat pengangguran menurun menjadi 3,7 persen pada September, mencapai titik terendah dalam 48 tahun. Total payroll (penggajian) pekerja non-pertanian AS meningkat 134 ribu pada September, meleset dari perkiraan pasar.

Pada September, rata-rata penghasilan per jam untuk semua karyawan pada data penggajian non-pertanian swasta meningkat 8 sen AS menjadi 27,24 dolar AS. Selama setahun, rata-rata penghasilan per jam telah meningkat 73 sen AS atau 2,8 persen.

"Payroll non pertanian September naik hanya 134 ribu, sedikit lebih rendah dari konsensus pasar 185 ribu, tetapi angka Agustus direvisi naik 69 ribu dan angka Juli direvisi naik 18 ribu, menghasilkan kenaikan bersih lapangan pekerjaan lebih besar dari perkiraan. Plus, tingkat pengangguran, diharapkan jatuh sepersepuluh, turun dua persepuluh dari 3,9 persen menjadi 3,7 persen," kata Chris Low, kepala ekonom di FTN Financial, dalam sebuah catatan.

"Meskipun kenaikan yang disoroti itu dilemahkan oleh angin topan, ini adalah laporan yang kuat. Penghasilan rata-rata per jam mungkin terdampak badai, tetapi mereka tetap solid," tambahnya.

Dolar AS juga didorong oleh suku bunga yang lebih tinggi. Imbal hasil obligasi 10-tahun AS menyentuh 3,24 persen dan mencapai tertinggi baru tujuh tahun pada Jumat (5/10), di tengah laporan ketenagakerjaan. Pasar obligasi AS ditutup pada Senin untuk liburan Hari Columbus.

Tidak ada data ekonomi utama yang keluar pada Senin (8/10). Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,17 persen menjadi 95,7670 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1488 dolar AS dari 1,1528 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3089 dolar AS dari 1,3128 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia meningkat menjadi 0,7078 dolar AS dari 0,7055 dolar AS.

Dolar AS dibeli 112,98 yen Jepang, lebih rendah dari 113,77 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9926 franc Swiss dari 0,9917 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2961 dolar Kanada dari 1,2953 dolar Kanada.

Sumber : Antara/Xinhua
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA