Monday, 22 Ramadhan 1440 / 27 May 2019

Monday, 22 Ramadhan 1440 / 27 May 2019

Harga Minyak Turun Terbebani Pasar Saham AS

Sabtu 28 Jul 2018 06:07 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Harga minyak dunia (ilustrasi).

Harga minyak dunia (ilustrasi).

Foto: REUTERS/Max Rossi
Pasar saham AS secara luas jatuh pada Jumat (27/7).

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Harga minyak turun pada akhir perdagangan Jumat atau Sabtu (28/7) pagi WIB. Harga minyak turun terbebani oleh pelemahan di pasar saham AS. Namun minyak Brent masih mencatat kenaikan pekanan, didukung oleh berkurangnya ketegangan perdagangan dan penghentian sementara jalur pengiriman minyak mentah utama oleh Arab Saudi.

Patokan internasional, minyak mentah Brent untuk pengiriman September turun 0,25 dolar AS menjadi menetap di 74,29 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange, tetapi mencatat kenaikan mingguan 1,8 persen, kenaikan pertama dalam empat minggu.

Sementara itu, minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September, turun 0,92 dolar AS menjadi ditutup pada 68,69 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Ini menandai penurunan pekan keempat sekitar 2,4 persen. Harga minyak suram, pasar saham AS secara luas jatuh pada Jumat (27/7). Minyak mentah berjangka di jalur yang sama dengan ekuitas.

"Itu bisa menunjukkan tanda-tanda perlambatan ekonomi, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi konsumsi minyak," kata Phillip Streible, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Pasar minyak sebagian besar mengabaikan data pemerintah pada Jumat (27/7) yang mengatakan ekonomi AS tumbuh pada kuartal kedua dengan laju tercepat dalam hampir empat tahun. "Itu adalah angka kuat yang menunjukkan permintaan energi yang kuat hingga akhir tahun ini," kata Phil Flynn, analis di Price Futures Group di Chicago.

"Alasan mengapa kami tidak mengambil dukungan tersebut, karena hal itu sesuai dengan ekspektasi," tambahnya.

Perusahaan-perusahaan energi AS menambahkan tiga rig minyak dalam sepekan yang berakhir 27 Juli. Hal ini terjadi pertama kalinya dalam tiga pekan terakhir bahwa para pengebor telah menambah rig.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan pada Jumat (27/7) bahwa pasar tetap bergejolak dan menanggapi intervensi lisan, menambahkan bahwa pasar telah memperhitungkan risiko-risiko terkait sanksi AS terhadap Iran. Dia mengatakan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya tidak membahas opsi untuk meningkatkan produksi lebih dari satu juta barel per hari (bph).

OPEC dan produsen lainnya yang dipimpin oleh Rusia sepakat bulan lalu untuk mengurangi pembatasan produksi. Kesepakatan itu secara efektif meningkatkan produksi gabungan sebesar satu juta barel per hari. Rusia mendapat bagian 200 ribu barel per hari.

Arab Saudi awal pekan ini mengatakan pihaknya menangguhkan pengiriman minyak melalui Selat Bab al-Mandeb Laut Merah, salah satu rute tanker paling penting di dunia, setelah gerakan Houthi menyerang dua kapal di perairan itu. Setiap langkah untuk memblokir selat akan menghentikan pengiriman minyak melalui Terusan Suez Mesir dan pipa minyak mentah SUMED yang menghubungkan Laut Merah dan Mediterania.

Menurut Badan Informasi Energi AS (EIA), diperkirakan 4,8 juta barel per hari minyak mentah dan produk olahan mengalir melalui Selat Bab al-Mandeb pada 2016 menuju Eropa, Amerika Serikat dan Asia. Terobosan dalam pembicaraan perdagangan AS-UE juga memberikan dukungan terhadap harga minyak pekan ini. Presiden AS Donald Trump dan Jean-Claude Juncker, presiden Komisi Eropa, mencapai kesepakatan mengejutkan pada Rabu (25/7) yang meringankan risiko perang perdagangan.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA