Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Ini Pekan Tersibuk Ekonomi Global

Senin 19 Mar 2018 10:53 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Budi Raharjo

Layar TV di lantai Bursa New York, berisi pengumuman kebijakan Bank sentral AS atau The Federal Reserve (Fed) pada Rabu (18/12).

Layar TV di lantai Bursa New York, berisi pengumuman kebijakan Bank sentral AS atau The Federal Reserve (Fed) pada Rabu (18/12).

Foto: AP/Richard Drew
Cina Angkat Gubernur Bank Sentral Baru

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Mulai Senin (19/3), pekan ini akan menjadi salah satu yang tersibuk dalam ekonomi global. Dari pemilihan Gubernur baru di People's Bank of China hingga tarif impor baja AS.

Berikut adalah rangkuman peristiwa penting perekonomian global selama sepekan ini seperti dilansir di Bloomberg.

Senin: Cina Angkat Gubernur Bank Sentral Baru

Lima bulan setelah Gubernur People's Bank of China (PBOC) Zhou Xiaochuan mengisyaratkan akan segera turun setelah 15 tahun menjabat, Kongres Rakyat Nasional akan memberi nama penggantinya. Dengan otoritasnya untuk menekan hutang, pengganti Zhou akan mengambil kendali bank sentral yang memiliki kekuatan lebih besar di dalam dan luar negeri.

Minggu lalu, pemerintah menyerahkan kekuatan untuk menulis ulang regulasi untuk sektor keuangan yang ingin dikendalikannya.

Selasa: Outlook Ekonomi Kepala Keuangan G-20

Para bankir dan menteri keuangan dari G-20 berkumpul untuk pertama kalinya tahun ini di Buenos Aires. Pertemuan mereka dimulai Senin (19/3) dan ditutup dengan dikeluarkannya sebuah pernyataan pada hari Selasa (20/3). Mereka bersidang pada saat ekonomi global dalam keadaan tidak sehat, namun kekhawatiran berkembang bahwa kemajuannya mungkin akan sulit terkontrol.

Meskipun rencananya mereka ingin mendiskusikan perkembangan mata uang kripto, topik yang muncul saat ini adalah rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan tarif pada baja dan aluminium. Banyak pemerintah melobi untuk dibebaskan, sementara juga memperingatkan adanya potensi perang dagang.

Hal ini bisa membuat beberapa hari yang tidak nyaman bagi Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin saat ia mencoba mengurangi gesekan perdagangan. Sementara itu Menteri Keuangan Jepang yang saat ini terkena skandal, Taro Aso, tidak akan hadir.

Rabu: Apakah Fed Naikkan Suku Bunga?

Gubernur Federal Reserve, Jerome Powell membuat debutnya di kursi panas dengan memimpin rapat pertamanya dalam Federal Open Market Committee (FOMC) setelah mengambil alih posisi Janet Yellen. Dengan pertumbuhan ekonomi dan pengetatan pasar tenaga kerja, taruhannya adalah Fed akan menaikkan suku bunga acuan overnight menjadi kisaran 1,5 persen menjadi 1,75 persen.

Mungkin pertanyaan yang lebih besar adalah apakah pejabat akan menaikkan perkiraan mereka untuk kenaikan suku bunga 2018 menjadi empat dari rata- rata tiga di putaran perkiraan terakhir mereka di bulan Desember. Sementara itu bank sentral Brasil diprediksi akan memotong suku bunga utamanya ke rekor rendah.

Kamis: Bank of England Persiapkan Kenaikan Suku Bunga

Pejabat Bank of England diperkirakan akan meletakkan dasar untuk kenaikan suku bunga di bulan Mei. Inflasi di Inggris masih 1 poin persentase di atas target bank dan regulator khawatir bahwa batas kecepatan ekonomi telah turun sejak voting Brexit, membuatnya berisiko terjadi overheating.

Investor saat ini menetapkan lebih dari 80 persen kemungkinan pergerakan di bulan Mei, dan akan sangat mengejutkan dari BOE pada hari Kamis untuk segera melakukan pembalikan yang signifikan terhadap perdagangan tersebut.

Sementara itu, Selandia Baru, Filipina dan Indonesia juga menetapkan suku bunganya pada hari ini. Jerman melepas Indeks Ifo-nya pada iklim bisnis, yang diperkirakan akan anjlok.

photo
Presiden AS Donald Trump.


Jumat: Trump Berlakukan Tarif Baja

Trump pada bulan ini mengumumkan tarif 25 persen untuk baja impor dan 10 persen untuk aluminium dan mulai berlaku pada hari Jumat.

Kanada dan Meksiko sudah dikecualikan dari pungutan tersebut, dan pemerintah Trump telah membiarkan pintu terbuka bagi Australia dan mungkin sekutu lain untuk memenangkan konsesi serupa. Hal itu dapat dilakukan apabila mereka dapat menunjukkan bahwa mereka berdagang secara adil dan merupakan mitra keamanan nasional.

Rencana pembalasan dari Uni Eropa ke Ciina telah memicu kekhawatiran akan perang dagang global.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA