Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Wall Street Ditutup Beragam di Tengah Sejumlah Data Ekonomi

Jumat 16 Mar 2018 05:54 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Bursa saham di Wall Street

Bursa saham di Wall Street

Foto: AP
Aktivitas bisnis tumbuh dengan kuat di negara bagian New York.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Saham-saham di Wall Street beragam pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Hal ini karena para investor mempertimbangkan sejumlah data ekonomi terbaru.

Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 115,54 poin atau 0,47 persen menjadi berakhir di 24.873,66 poin. Sementara itu, indeks S&P 500 turun 2,15 poin atau 0,08 persen menjadi ditutup di 2.747,33 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 15,07 poin atau 0,20 persen menjadi berakhir di 7.481,74 poin.

Dalam pekan yang berakhir 10 Maret, angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran disesuaikan secara musiman mencapai 226 ribu. Angka ini turun 4.000 dari tingkat direvisi minggu sebelumnya, demikian data Departemen Tenaga Kerja AS, Kamis (15/3).

Rata-rata pergerakan empat minggu mencapai 221.500, turun 750 dari rata-rata direvisi minggu sebelumnya. Dalam laporan terpisah, departemen tersebut mengumumkan bahwa harga impor AS meningkat 0,4 persen pada Februari, mengalahkan konsensus pasar sebesar 0,3 persen. Sementara harga untuk ekspor AS naik 0,2 persen pada Februari menyusul kenaikan 0,8 persen di bulan sebelumnya.

Sementara itu, aktivitas bisnis tumbuh dengan kuat di negara bagian New York. Menurut perusahaan-perusahaan yang merespons Survei Manufaktur Negara Bagian New York pada Maret 2018, indeks kondisi bisnis umum naik sembilan poin menjadi 22,5 poin, di atas ekspektasi pasar 15,0 poin. Beberapa analis mengatakan bahwa kekhawatiran atas sikap proteksionisme Donald Trump terhadap mitra dagang juga terus membayangi pasar.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA