Sabtu, 17 Zulqaidah 1440 / 20 Juli 2019

Sabtu, 17 Zulqaidah 1440 / 20 Juli 2019

India akan Melarang Penggunaan Uang Virtual

Kamis 08 Feb 2018 20:57 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Bitcoin.

Bitcoin.

Foto: Reuters/Benoit Tessier
India melihat mata uang virtual sebagai pembayaran ilegal

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- India akan melarang penggunaan mata uang virtual, cryptocurrency, dalam sistem pembayaran mereka, sekaligus menunjuk regulator untuk menilai perdagangan aset mata uang virtual yang belum diatur.

“Pemerintah akan mengambil langkah untuk menyatakan mata uang virtual ilegal sebagai sistem pembayaran,” kata Sekretaris Urusan Ekonomi India, S.C. Gagr dalam siaran televisi yang dikutip Reuters.

Pemerintah India membentuk tim untuk mengkaji hal-hal yang berkaitan dengan mata uang virtual dan diminta untuk melaporkannya dalam tahun fiskal yang berakhir pada 31 Maret.

“Kami harap dalam tahun fiskal ini, komite bisa menyelesaikan rekomendasi, akan ada regulator,” kata Garg, yang menjadi kepala dalam tim tersebut.

India melihat mata uang virtual sebagai pembayaran ilegal dan akan menghilangkan penggunaan aset virtual dalam sistem pembayaran mereka, kata Menteri Keuangan Arun Jaitley pekan lalu.

Pemerintah setempat beberapa kali mengeluarkan peringatan terhadap mata uang virtual, yang mereka sebut mirip “skema Ponzi”, menawarkan hasil yang besar untuk investor awal.

 

Nishith Desai dari ZebPay, tempat perdagangan bitcoin terbesar di India, menyatakan akan bekerja sama dengan pemerintah dalam membentuk regulasi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA