Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

S&P 500 dan Nasdaq Catat Kerugian Pertamanya pada Tahun Ini

Kamis 11 Jan 2018 08:35 WIB

Red: Nidia Zuraya

Nasdaq

Nasdaq

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Saham-saham di Wall Street turun dari rekor tertinggi pada akhir perdagangan Rabu (10/1) atau Kamis (11/1) pagi WIB, dengan S&P 500 dan Nasdaq ditutup lebih rendah untuk pertama kalinya tahun ini, karena para pedagang mengambil keuntungan setelah mengalami reli kuat.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 16,67 poin atau 0,07 persen menjadi ditutup di 25.369,13 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 3,06 poin atau 0,11 persen menjadi berakhir di 2.748,23 poin, dan Indeks Komposit Nasdaq turun 10,01 poin atau 0,14 persen menjadi 7.153,57 poin. Ketiga indeks utama ditutup pada rekor tertinggi pada Selasa (9/1), melanjutkan awal solid mereka untuk tahun ini.

Ekuitas-ekuitas AS memecahkan tonggak utama pada minggu perdagangan pertama 2018, karena Dow, S&P 500 dan Nasdaq, masing-masing ditutup di atas 25.000 poin, 2.700 poin dan 7.000 poin, untuk pertama kalinya.

Di sisi ekonomi, harga-harga impor AS naik 0,1 persen pada Desember, Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada Rabu (10/1), menyusul kenaikan 0,8 persen bulan sebelumnya. Sebaliknya, harga-harga ekspor AS turun tipis 0,1 persen pada Desember, setelah naik 0,5 persen pada November.

Sementara itu, musim laporan laba perusahaan kuartal keempat akan dimulai minggu ini. Raksasa keuangan JP Morgan Chase, BlackRock, dan Wells Fargo termasuk di antara perusahaan-perusahaan yang dijadwalkan akan merilis hasil keuangan mereka pada Jumat (12/1).

Data terakhir dari Thomson Reuters menunjukkan bahwa laba gabungan perusahaan-perusahaan S&P 500 pada kuartal keempat 2017 diperkirakan akan meningkat 11,8 persen dari tahun ke tahun, sementara pendapatan mereka diperkirakan akan meningkat 6,9 persen.

sumber : Antara/Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA