Senin, 22 Ramadhan 1440 / 27 Mei 2019

Senin, 22 Ramadhan 1440 / 27 Mei 2019

Tarif Listrik tak Kurangi Semangat Penambang Bitcoin di Cina

Rabu 10 Jan 2018 18:14 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Dwi Murdaningsih

Bitcoin.

Bitcoin.

Foto: Reuters/Benoit Tessier

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Investasi bitcoin di Cina dinilai menguntungkan meski nilai uang digital ini bisa merosot hingga sepahunya. Meski begitu, para penambang bitcoin di Cina masih optimistis tetap beruntung.

Menurut analis BNEF, Sophie Lu, meski tarif listri di Cina terbilang mahal, para penambang bitoin tetap bisa mendulang keuntungan selama nilai bitcoin masih di atas 6.925 dolar AS di sana. Nilai bitcoin di Cina saat ini sudah mencapai sekitar 14.200 dolar AS, demikian dilansir Bloomberg, Rabu (10/1).

 

Meroketnya nilai bitcoin hingga 1.400 persen pada 2017 memang menggiurkan para penambang uang digital meski harus bersaing dengan tagihan listrik. ''Penambang bitcoin pada level harga ini masih untung di tengah rezim tarif listrik saat ini,'' ungkap Lu.

 

Penggunaan uang digital belakangan ini makin marak di Cina. Pengoperasian uang digital di Cina saat ini membutuhkan jaringan internet yang butuh energi intensif. Cina sendiri berencana membatasi penggunaan energi oleh para penambang bitcoin.

 

Penggunaan listrik oleh para penambang bitcoin meningkat sekitar 20,5 terawatt-jam per tahun di akhir 2017. Angka itu setara lebih dari separuh dari listrik yang digunakan BHP Bilititon Ltd sebesar 38 terawatt-jam tiap tahunnya atau 10 kali dari jumlah energi yang dibutuhkan Afrika Selatan.

 

Di Cina, para penambang bitcoin menggunakan llistrik sebanyak 15,4 terawatt-jam. Meski angka itu adalah yang terbesar untuk ukuran penggunaan listrik oleh penambang bitcoin, catatan itu hanya 0,2 persen dari total produksi listri Cina dalam setahun.

 

Lu mengaku masih sulit memprediksi akan seberapa besar energi yang digunakan pada penambang bitcoin ke depannya. Karena hal itu akan tergantung seberapa efisien komputer yang digunakan. Belum lagi, kalkulasi bitcoin sendiri menggunakan mekanisme yang kompleks.

 

Tarif listrik di Cina sebesar 0,13 dolar per kilowatt-jam. Meski begitu, industri bisa mengajukan negosiasi tarif dan mendapat diskon hingga tarif terendah 0,03 dolar AS per kilowatt-jam. Sejauh ini, beban tarif listrik yang harus dibayar para penambang bitcoin sudah bisa ditutup saat harga bitcoin mencapai 3.869 dolar AS.

 

Bila pemerintah Cina membatasi penggunaan listrik bagi para penambang bitcoin, menurut Lu, mereka bisa dengan mudah pindah ke kawasan lain. Komputer yang digunakan saat menambang bitcoin pun bisa bertahan hingga dua tahun dan perlengkapan lain yang dibutuhkan pun relatif murah.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA