Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Penganut Kapitalisme Diwanti-wanti

Selasa 24 Okt 2017 04:52 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Gita Amanda

Krisis Ekonomi (ilustrasi)

Krisis Ekonomi (ilustrasi)

Foto: ©hangthebankers

REPUBLIKA.CO.ID,

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Para penganut kapitalisme dinilai butuh reformasi dan modernisasi. Sistem ini disebut sudah rusak karena ketamakan, menghindari pajak, dan investasi jangka pendek.

Dalam sebuah forum keuangan, mantan menteri bisnis Inggris Shriti Vadera mengatakan, janji ekonomi kapitalis Barat di mana satu gelombang akan mengangkat semua kapal ke puncak, telah musnah. Oleh karena itu, bos Santander Inggris itu menyatakan perlu ada model baru.
 
Mantan petinggi Marks and Spencer, Robert Swannell, mengatakan kapitalisme hari ini sesat arah. Dunia bisnis dan investor terlalu fokus pada urusan jangka pendek.
 
Hal serupa juga dikemukakan Direktur Jenderal Konfederasi Industri Inggris Carolyn Fairbairn. Fairbairn mengatakan kapitalisme sudah menempuh banyak salah langkah. ''Krisis keuangan, fiksasi nilai kepemilikan saham karena tujuan tertentu, dan isu-isu berbahaya seperti pajak dan biaya eksekutif jadi cara mengakhiri persoalan,'' ungkap Fairbairn seperti dikutip The Independent, Senin (23/10).
 
CEO M&G Anne Richards mengatakan, era ini bisa dikatakan sebagai era kelelahan. Ke depan, pemimpin perusahaan yang bergerak di bidang manajemen aset itu melihat kapitalisme akan terus ditolak meskipun memiliki obat manjur mengatasi "kelelahan" itu.
 
Pekan lalu, mantan menteri keuangan Yunani Yanis Varoufakis mengklaim kapitalisme sudah di ujung usia karena membuat sistem melumpuhkan dengan sendirinya. Kecerdasan artifisial akan mengalahkan kapitalisme dalam bentuk paling baru.

''Kapitalisme melemahkan kapitalisme itu sendiri. Karena mereka menciptakan teknologi yang membuat produksi terhenti,'' kata Varoufakis.




BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA