Senin, 22 Ramadhan 1440 / 27 Mei 2019

Senin, 22 Ramadhan 1440 / 27 Mei 2019

Faktor Trump Bawa Wall Street Cetak Sejarah Baru

Kamis 26 Jan 2017 08:54 WIB

Red: Nidia Zuraya

Bursa saham di Wall Street

Bursa saham di Wall Street

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Harga saham di bursa Wall Street serempak naik pada Rabu (25/1) waktu AS atau Kamis (26/1) pagi WIB. Kondisi ini membuat indeks patokan Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup menembus level 20.000 yang merupakan pertama kali terjadi.

Penguatan DJIA ini berkat kinerja keuangan yang solid dan optimisme pasar terhadap prakarsa ekonomi pro pertumbuhan dari Presiden Donald Trump yang menghidupkan kembali sentimen beli saham pasca Pemilu AS. 

Trump telah mengeluarkan berbagai keputusan pro-bisnis sejak berkuasa Jumat (20/1) pekan lalu, termasuk dengan mengeluarkan berbagai keputusan presiden yang mencampakkan aturan yang menghalangi industri manufaktur dalam negeri dan meratakan jalan untuk pembangunan dua jalur pipa minyak di AS.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq juga ditutup naik untuk dua sesi berturut-turut. DJIA sudah berada satu poin di bawah angkat bersejarah itu pada 6 Januari setelah investor menyambut positif kebijakan pro pertumbuhan dari Presiden Trump, selain memperkirakan pemerintahan baru akan memangkas pajak. Namun indeks menjadi bergejolak karena menantikan kejelasan kebijakan pemerintahan baru Trump.

"Kami sungguh terdorong oleh terlihatnya sektor keuangan berjalan bagia kembali karena mereka punya pemimpin," kata Julian Emanuel dari UBS New York seperti dilansir Reuters.

Trump menyambut momen menyentuhnya indeks DJIA ke level 20.000 dengan satu cuitan singkat, "Hebat!#Dow20K".

Sentimen beli juga didorong oleh ekspektasi laba per saham triwulan keempat perusahaan yang 70 persen dari 500 perusahaan yang tergabung dalam indeks S&P 500 melebihi ekspektasi. Kinerja perusahaan diperkirakan tumbuh 6,8 persen yang merupakan terbaik dalam dua tahun terakhir.

Kenaikan indeks dalam 42 sesi dari pertama kali menyentuh batas 19.000 untuk kemudian menjadi 20.000 itu adalah yang kedua tercepat setelah saat indeks melesat antara 10.000-11.000 poin antara 29 Maret sampai 3 Mei 1999 yang memakan waktu  24 hari. Kenaikan dari 18.000 menjadi 19.000 poin terjadi pada 483 sesi perdagangan.

Pendorong utama kenaikan indeks adalah naiknya harga saham sektor keuangan, setelah Goldman Sachs dan JPMorgan melesat 20 persen. Harga saham Boeing juga melonjak pada 168,65 dolar AS per saham.

Indeks DJIA naik 155,80 poin atau 0,78 persen untuk ditutup pada 20.068,51 poin, indeks S&P 500 ditutup naik 18,30 poin atau 0,80 persen pada 2.298,37 poin dan indeks Nasdaq Composite terangkat 55,38 poin atau 0,99 persen pada 5.656,34 poin.

Sekitar 7,03 miliar lembar saham ditransaksikan hari ini. Jumlah tersebut lebih besar rata-rata harian dalam 20 sesi terakhir sebanyak 6,37 miliar lembar saham.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA