Jumat, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Jumat, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

IMF tak Masukkan Ancaman Trump pada Prediksi Ekonomi

Rabu 18 Jan 2017 06:18 WIB

Rep: Dyah Ratna Meta Novia/ Red: Ilham

IMF

IMF

Foto: www.topnews.in

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Kepala Ekonom IMF Maurice Obstfeld mengatakan, saat ini Amerika memiliki kepresidenan dan legislatif dari partai yang sama. "Terlihat jelas beberapa janji akan dipenuhi. Kami tahu arah kebijakan namun kami tak tahu secara spesifik," katanya seperti dilansir Chicago Tribune, Selasa, (17/1).

Dalam membuat prediksi ekonomi IMF memilih tak memasukkan ancaman Trump untuk mengenakan tarif lebih tinggi pada negara-negara seperti Cina dan Meksiko jika kebijakan perdagangan mereka tidak berubah. IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi global tak berubah, yakni tumbuh 3,4 persen tahun ini dan 3,6 persen tahun 2018.

IMF, ujar Obstfeld, melihat prospek yang lebih baik di sejumlah negara, termasuk Jerman, Jepang, Spanyol, dan Inggris. Sebagian berkat pertumbuhan yang melambung di sejumlah bagian dunia pada semester kedua tahun lalu.

Menurut Obstfeld, terdapat resiko naik turun yang cukup besar akibat ketidakpastian yang disebabkan oleh program Trump. Apakah program Trump akan disetujui oleh Konggres AS? Selanjutnya, apa efek program Trump kepada dunia.

Kemenangan pemilu Trump mendorong prospek ekonomi di Amerika Serikat. Namun dampaknya tidak merata di seluruh dunia.

Sejumlah negara dapat melihat pertumbuhan menguat akibat peningkatan aktivitas di AS. Namun sejumlah negara berkembang mungkin menghadapi tantangan seperti suku bunga global naik

Pertumbuhan ekonomi di Cina diprediksi naik dari 0,3 persen menjadi  6,5 persen tahun ini. IMF memprediksi Pemerintah Cina akan menyediakan stimulus bagi ekonomi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA