Tuesday, 14 Jumadil Akhir 1440 / 19 February 2019

Tuesday, 14 Jumadil Akhir 1440 / 19 February 2019

Bos JP Morgan dan Ford Batalkan Kunjungan ke Arab Saudi

Selasa 16 Oct 2018 04:50 WIB

Red: Nidia Zuraya

Gedung JP Morgan

Gedung JP Morgan

Pembatalan ini menyusul hilangnya wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi sejak 2 Oktobe

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Kepala Eksekutif JP Morgan & Chase Co Jamie Dimon dan Kepala Ford Motor Co Bill Ford membatalkan rencana menghadiri konferensi penanam modal di Arab Saudi, kata kedua perusahaan itu, Ahad (14/10). Pembatalan itu adalah pengumuman tingkat tinggi terbaru setelah wartawan Arab Saudi bernama Jamal Khashoggi hilang.

Pembatalan JP Morgan dan Ford diperkirakan menambah tekanan bagi perusahaan lain Amerika Serikat, seperti, Goldman Sachs Group Inc, Mastercard Inc dan Bank of America Corp, untuk mengaji ulang rencana mereka menghadiri pertemuan pemodal itu.

Baik JP Morgan maupun Ford tidak menjelaskan alasan mereka memutuskan tidak menghadiri konferensi Future Investment Initiative di Riyadh pada akhir bulan ini tersebut. Kedua perusahaan juga tidak memberikan pernyataan soal apakah pembatalan itu terkait dengan hilangnya Khashoggi.

Khashoggi, yang merupakan penduduk AS dan penulis kolom surat kabar Washington Post yang kerap mengkritik kebijakan Riyadh, menghilang pada 2 Oktober setelah memasuki gedung konsulat Saudi di Istanbul.

Turki meyakini bahwa Khashoggi dibunuh dan mayatnya sudah dipindahkan. Arab Saudi membantah kecurigaan tersebut.

Pertemuan puncak soal investasi di Riyadh biasanya menarik para pemimpin sejumlah perusahaan terbesar dunia serta media massa untuk hadir. Namun, konferensi itu dengan cepat telah menjadi kendaraan bagi perusahaan-perusahaan untuk menyuarakan keprihatinan mereka atas hilangnya Khashoggi.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengancam akan mengeluarkan "hukuman keras" jika Khashoggi ternyata dibunuh di konsulat Saudi kendati ia mengatakan Washington akan "menghukum" dirinya sendiri jika AS menghentikan penjualan militernya ke Riyadh.

Media massa utama seperti CNN, "Financial Times", "New York Times", CNBC dan Bloomberg, menarik diri dari konferensi itu. Fox Business Network, satu-satunya media Barat yang masih berencana menghadiri konferensi, mengatakan kepada Reuters pada Minggu bahwa pihaknya sedang meninjau keputusan tersebut.

Pemimpin Eksekutif Uber Technologies Inc, Dara Khosrowshahi, Direktur Utama Viacom Inc Bob Bakish dan miliarder Steve Case, yang merupakan salah satu pendiri AOL, mengatakan sudah membatalkan rencana kedatangan mereka di konferensi investasi Saudi.

Goldman Sachs, Mastercard dan Bank of America pada Ahad (14/10) belum menanggapi permintaan untuk menjawab pertanyaan soal apakah mereka masih akan menghadiri pertemuan tersebut. Citigroup Inc dan Credit Suisse Group AG pada Ahad (14/10) menolak berkomentar soal rencana mereka.

"Bill Winter, Direktur Utama bank Standard Charterd Plc yang memusatkan bisnis di Asia, Afrika dan Timur Tengah, masih berencana hadir," kata perusahaan itu, Ahad (14/10).

Ketidakhadiran media massa dan para petinggi perusahaan teknologi itu kemungkinan akan membayangi konferensi tiga hari, yang disebut-sebut sebagai "Davos di Padang Pasir" tersebut. Konferensi itu menjadi acara terbesar bagi penanam modal untuk memromosikan wawasan reformasi Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman.

Sumber : Antara/Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES