Monday, 6 Safar 1440 / 15 October 2018

Monday, 6 Safar 1440 / 15 October 2018

Trump Mengaku tidak Senang Suku Bunga Fed Naik

Jumat 20 Jul 2018 08:49 WIB

Red: Nidia Zuraya

The Fed/Ilustrasi

The Fed/Ilustrasi

Foto: ABC News
Trump khawatir kenaikan suku bunga Fed bisa membawa kerugian bagi perekonomian AS

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden AS Donald Trump pada Kamis (19/7) mengatakan kepada CNBC bahwa dia tidak senang dengan keputusan Bank Sentral AS, Federal Reserve (Fed), menaikkan suku bunga. Trump juga mengatakan khawatir tentang dampak potensial kenaikan suku bunga pada ekonomi dan daya saing AS.

"Saya tidak senang. Karena kami bergerak naik dan setiap kali anda bergerak naik mereka ingin menaikkan suku bunga lagi. Saya tidak begitu - saya tidak senang tentang itu. Tetapi pada saat yang sama saya membiarkan mereka melakukan apa yang menurut mereka terbaik," katanya dalam sebuah wawancara di jaringan televisi.

"Saya tidak suka semua pekerjaan ini yang kami masukkan ke dalam ekonomi dan kemudian saya melihat suku bunga naik," katanya menambahkan.

Lebih lanjut Trump menuturkan bahwa dia khawatir bahwa kenaikan suku bunga The Fed dapat menempatkan Amerika Serikat pada kerugian. Terlebih lagi, kata dia, di saat yang bersamaan Bank Sentral Jepang dan Bank Sentral Eropa mempertahankan kebijakan moneter mereka longgar.

Ini bukan pertama kalinya Trump meninggalkan praktik-paktik lama presiden-presiden AS sebelumnya yang tidak pernah mengomentari kebijakan Fed dan nilai tukar dolar. "Sekarang saya hanya mengatakan hal yang sama yang akan saya katakan sebagai warga negara biasa," katanya.

"Jadi seseorang akan berkata, 'Oh, mungkin Anda tidak boleh mengatakan itu sebagai presiden.' Saya tidak peduli apa yang mereka katakan, karena pandangan saya tidak berubah," tuturnya.

Dalam sebuah pernyataan, Gedung Putih mengatakan Trump menghormati independensi The Fed dan tidak mengganggu keputusan kebijakannya. Indeks dolar AS memangkas kenaikannya setelah komentar Trump, sementara imbal hasil surat utang pemerintah AS mencapai posisi terendah sesi. Harga saham AS juga secara singkat memangkas kerugiannya setelah berita pernyataan tersebut.

The Fed telah menaikkan suku bunga lima kali sejak Trump menjabat pada Januari 2017, memperpanjang kampanye yang dimulai pada 2015. Bank sentral AS terakhir menaikkan biaya pinjaman pada Juni, dan Gubernur Fed Jerome Powell pada Rabu (18/7) mengulangi pandangannya yang mengatakan bahwa suku bunga akan terus naik secara bertahap.

Sumber : Antara/Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES