Monday, 10 Zulqaidah 1439 / 23 July 2018

Monday, 10 Zulqaidah 1439 / 23 July 2018

Malaysia Berhasil Tekan Biaya Proyek LRT Hingga 47 Persen

Jumat 13 July 2018 05:15 WIB

Red: Nidia Zuraya

Light Rapid Transit (LRT)

Light Rapid Transit (LRT)

Foto: railway-technology.com
Dengan penekanan biaya ini Pemerintah Malaysia menghemat anggaran Rp 53,46 miliar

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Biaya Proyek Light Rail Transit 3 (LRT3) Malaysia dapat dikurangi sebanyak 47 persen dari 31,65 miliar ringgit menjadi 16,63 miliar ringgit. Dengan begitu, maka biaya investasi yang berhasil dihemat untuk rakyat sebesar 15,02 miliar ringgit atau sekitar Rp 53,46 miliar.

"Pada 30 Maret 2018, Prasarana Malaysia Bhd telah mengemukakan biaya proyek LRT3 berjumlah RM31,65 miliar. Pada waktu yang sama, selain pembiayaan dalam bentuk jaminan pemerintah yang bernilai RM10 miliar yang telah diluluskan pada 2015, Prasarana mencoba memohon pembiayaan keuangan tambahan RM22 miliar juga dalam bentuk jaminan pemerintah," kata Menteri Keuangan Malaysia, Lim Guan Eng, kepada media di Putrajaya, Kamis (12/7).

Lim Guan Eng mengatakan pada Rabu (11/7) malam Musyawarah Kabinet telah menyetujui untuk melanjutkan proyek LRT3 dengan biaya akhir yang berjumlah 16,63 miliar ringgit. Biaya keseluruhan ini tidak termasuk biaya Paket Kontrak Kerja (WPC), biaya pengambilan tanah, biaya pengurusan projek, biaya perundingan, biaya operasi, "overhead cost", dan biaya-biaya lain yang berkaitan.

Proyek Light Rail Transit 3 (LRT3) sepanjang 37 kilometer ini merupakan proyek yang penting untuk mengatasi kepadatan lalu lintas khususnya dalam era pembangunan ekonomi yang begitu pesat dan kepadatan penduduk yang tinggi di sekitar kawasan Lembah Klang. LRT3 penting karena menawarkan layanan LRT bagi kawasan yang mempunyai kepadatan penduduk sebanyak 2 juta orang di sepanjang koridor jajaran dan dapat menampung kapasitas 36.700 penumpang sejam satu arah.

Proses perundingan yang menyeluruh dan rasionalisasi pelaksanaan proyek LRT3 telah diadakan dengan semua pihak yang terlibat termasuk Prasarana, MRCB-George Kent (MRCB-GK JV), yaitu Rekan Pelaksana Projek (PDP) dan Suruhanjaya Pengangkutan Awam Darat (SPAD). Satu aspek penting dalam pengkajian projek ini adalah integrasi jajaran LRT3 sepanjang 37 kilometer dari Johan Setia (Klang) ke Bandar Utama (Petaling Jaya).

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES