Thursday, 10 Muharram 1440 / 20 September 2018

Thursday, 10 Muharram 1440 / 20 September 2018

Setelah Airbus, BMW Minta Kejelasan Brexit

Sabtu 23 June 2018 04:50 WIB

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Andi Nur Aminah

 BMW (ilustrasi)

BMW (ilustrasi)

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Hingga saat ini, BMW mempekerjakan sekitar 8.000 orang di seluruh Inggris.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Raksasa mobil mewah BMW telah bergabung dengan Airbus dalam mengeluarkan peringatan keras kurang presisinya rencana Brexit. Bos raksasa otomotif Inggris itu mengatakan, dibutuhkan kejelasan pada akhir musim panas.

"Jika kita tidak mendapatkan kejelasan dalam beberapa bulan ke depan kita harus mulai membuat rencana darurat, yang berarti membuat Inggris kurang kompetitif dari dunia yang sangat kompetitif saat ini," katanya.

Itu menjadi masalah yang pada akhirnya dapat merusak industri otomotif di negara tersebut. Hingga saat ini, BMW mempekerjakan sekitar 8.000 orang di seluruh Inggris. Beberapa orang memuji keputusan produsen kendaraan ini untuk berbicara. "Saya senang BMW bersedia mengatakan di depan publik apa yang mereka katakan secara pribadi," kata anggota Parlemen Demokrat Liberal untuk Oxford dan Abingdon Layla Moran seperti diberitakan Euro News, Jumat (22/6).

Sebelumnya, Airbus telah lebih dulu menyampaikan dalam penilaian risikonya tentang kesepakatan atau tidak adanya skenario kesepakan transisi ketika Inggris keluar dari UE dan serikat pabean UE. Hal ini tentunya dapat meninggalkan negara tersebut.

Beberapa menggambarkan laporan itu sebagai panggilan bagi mereka yang terlibat dalam proses negosiasi. Kelas berat aeronautika ini mempekerjakan 14 ribu orang di Inggris, setengahnya berada di Wales.

Pemerintah Inggris telah meyakinkan industri itu mendapat kesepakatan yang bagus. Perdana Menteri Theresa May bahkan mengesampingkan kesempatan untuk tinggal di serikat pabean.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES