Minggu, 9 Zulqaidah 1439 / 22 Juli 2018

Minggu, 9 Zulqaidah 1439 / 22 Juli 2018

Singapore Airlines Ekspansi ke Bisnis Penerbangan Murah

Jumat 22 Juni 2018 09:15 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya

Singapore Airlines

Singapore Airlines

Foto: EPA
Singapore Airlines sebelumnya mengumumkan akan mengambil-alih SilkAir

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA -- Simgapore Airlines memutuskan untuk mentransfer beberapa pesawat yang dioperasikan oleh SilkAir ke maskapai berbiaya rendah atau low-cost carrier (LCC) Scoot. Kebijakan ini merupakan upaya perusahaan untuk bersaing di segmen LCC dengan AirAsia Group asal Malaysia dan Lion Air Group asal Indonesia.

Dilaporkan Reuters, Jumat (22/6), rencana alih pesawat tersebut muncul setelah Singapore Airlines mengumumkan akan mengambil-alih SilkAir yang memiliki kinerja buruk. Dengan demikian, nantinya nama SilkAir akan hilang karena menjadi satu dengan Singapore Airlines.

Sementara itu, Scoot belum lama ini mulai membuka lowongan kerja untuk pilot pesawat Boeing 737. Adapun selama ini Scoot beroperasi dengan Airbus A320.

Selain mentransfer pesawat, sebanyak lima rute di Asia Tenggara milik SilkAir telah dialihkan ke Scoot. Singapore Airlines telah melakukan transformasi untuk memangkas biaya, dan meningkatkan pendapatan di tengah persaingan dari maskapai berbiaya rendah lainnya.

Salah satu alasan Singapore Airlines mengambil-alih SilkAir adalah untuk menyelaraskan tujuan penerbangan jarak jauh yang melalui Singapura.

Kepala analis di CAPA Centre for Aviation, Brendan Sobie mengatakan, beberapa rute penerbangan ke Indonesia dapat ditransfer dari SilkAir ke Scoot, begitu pula dengan penerbangan ke Chang Mai di Thailand dan Da Nang di Vietnam. Sementara, penerbangan ke Kuching dan Langkawi di Malaysia memiliki lalu lintas transfer penerbangan yang melalui Singapura relatif rendah.

SilkAir memiliki pesanan 32 armada Boeing 737. Sobie mengatakan akan lebih menarik jika Scoot menambah Airbus A320 sebagai armada dengan penerbangan jarak pendek.

Sobie menilai, Scoot membutuhkan kapasitas tambahan untuk mengambil-alih rute SilkAir, dan Boeing 737 merupakan solusi terbaik bagi Singapore Airlines Group. "Transfer rute harus meningkatkan profitabilitas dan posisi jangka panjang," ujar Sobie.

Sobie berharap, proses transfer tersebut dapat dilakukan pada akhir 2018 atau awal 2019. Hal ini untuk memberikan waktu kepada maskapai penerbangan untuk memindahkan kursi kelas bisnis dari SilkAir dan merekrut pilot.

Sumber : Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES