Sunday, 9 Rabiul Akhir 1440 / 16 December 2018

Sunday, 9 Rabiul Akhir 1440 / 16 December 2018

Investasi Cina di AS Merosot Tajam

Kamis 21 Jun 2018 08:54 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya

Bendera Cina-Amerika

Bendera Cina-Amerika

Foto: washingtonote
Perang dagang telah menurunkan jumlah investasi perusahaan Cina ke AS

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Investasi Cina di Amerika Serikat (AS) menurun hingga 92 persen year on year (yoy). Dalam laporan yang dirilis oleh Rhodium Group, perang dagang telah menurunkan jumlah investasi perusahaan Cina ke AS.

Dilansir CNN Money, Kamis (21/6), dalam kurun waktu Januari-Mei 2018, investasi yang ditanamkan oleh perusahaan Cina ke AS hanya mencapai 1,8 miliar dolar AS. Dibandingkan dengan periode yang sama pada 2017, investasi tersebut turun sebesar 92 persen.

Salah satu direktur di Rhodium Group, Thilo Hanemann mengatakan, penurunan investasi yang cukup tajam itu merupakan imbas dari perang dagang antara AS dan Cina. Tak hanya itu, pemerintahan Presiden AS Donald Trump juga memperketat investasi.

"Tindakan konfrontatif administrasi Trump membuat perusahaan-perusahaan Cina menjadi ragu untuk investasi di sini (AS)," ujar Hanemann.

Komite Investasi Asing Amerika (CFIUS) memberikan kontrol ketat terhadap investor asing, yang berpotensi memberikan risiko keamanan nasional. Misalnya, perusahaan asing yang memiliki akses teknologi maupun data pribadi masyarakat Amerika. Kebijakan ini telah menimbulkan keraguan bagi para investor Cina untuk melanjutkan investasi di Amerika.

Sejumlah investasi besar, termasuk yang melibatkan investor Cina telah dibatalkan. Salah satunya yakni Alibaba yang berafiliasi dengan Ant Finansial akan mengambil alih Moneygram dengan nilai investasi sebesar 1,2 miliar dolar AS.

Adapun, CFIUS mencatat nilai beberapa perusahaan Cina yang akan melakukan akuisisi dengan perusahaan AS mencapai 2 miliar dolar AS pada semester I 2018. Berdasarkan analisis Rhodium Group, CFIUS dan regulator AS menjadi pengalang bagi investor Cina untuk berinvestasi di Amerika.

Di sisi lain, Hanemann mengatakan, pembatasan outbond investasi Cina juga menjadi salah satu faktor turunnya investasi negara tersebut di AS. Sekitar satu setengah tahun lalu, Cina mulai menerapkan kontrol modal keluar.

Pada 2017, Beijing membatasi investasi perusahaan Cina ke luar negeri terutama di sektor real estate, hotel, dan tempat hiburan. Aturan ini membuat beberapa perusahaan Cina melakukan divestasi.

"Perusahaan Cina tidak hanya berinvestasi lebih sedikit, tapi mereka juga melakukan divestasi aset mereka di 2018," kata Hanemann.

Berdasarkan data Rhodium Group, perusahaan Cina telah menjual aset senilai 9,6 miliar dolar AS pada lima bulan pertama di 2018. Sementara ada 4 miliar dolar AS yang masih tertunda.

Rhodium Group menilai, aturan pembatasan modal keluar menjadi penyebab turunnya investasi Cina di AS sekitar 36 persen pada 2016 dan 2017. Lebih jauh lagi, pengetatan regulasi investasi AS akan mempersulit investasi Cina untuk rebound dalam beberapa bulan ke depan.

Adapun, administrasi Trump akan mengumumkan pengetatan aturan investasi baru untuk Cina pada 30 Juni 2018 mendatang. "Pipeline investasi dapat turun lebih cepat," ujar Hanemann.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES