Sunday, 9 Zulqaidah 1439 / 22 July 2018

Sunday, 9 Zulqaidah 1439 / 22 July 2018

Visa Mengalami Kegagalan Transaksi di Eropa

Rabu 20 June 2018 10:47 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya

Kartu kredit VISA

Kartu kredit VISA

Foto: AP/Patrick Semansky
Kegagalan transaksi ini sudah dimulai sejak 1 Juni 2018

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Visa menyatakan, selama Juni 2018 terdapat 5,2 miliar gagal transaksi di Eropa karena terjadi masalah di bagian IT (Informasi teknologi). Kegagalan transaksi ini sudah dimulai sejak 1 Juni 2018, sehingga menyebabkan antrian di pusat perbelanjaan.

Dalam sebuah surat kepada Treasury Committee of MPs, Chief Executive Visa Europe Charlotte Hogg mengatakan, kegagalan transaksi dimulai pada 1 Juni 2018 sekitar pukul 14.35 waktu setempat, dan perbaikan tidak bisa dilakukan hingga pukul 12.45 keesokan harinya. Masalah utama dari kegagalan transaksi tersebut bukan karena serangan siber, tapi dari hardware switch.

"Insiden ini disebabkan oleh kegagalan switch di salah satu pusat data Visa, sejauh ini kami belum menemukan penyebab kenapa switch ini mengalami kerusakan karena sebelumnya ini tidak pernah terjadi," ujar Hogg dilansir Guardian, Rabu (20/6).

Visa memiliki dua pusat data di Inggris, yang mengoperasikan transaksi di Eropa. Hogg mengatakan, Visa membutuhkan waktu sekitar lima jam untuk menonaktifkan sistem yang menyebabkan kegagalan transaksi di pusat data.

Adapun Visa telah merekrut konsultan untuk meninjau kegagalan transaksi tersebut. Visa juga berjanji akan memberikan kompensasi kepada pelanggan yang mengalami kerugian.

Kepada Treasury Committee, Hogg menjelaskan ada dua periode puncak gangguan, yang pertama yakni setelah pukul 15.00 waktu setempat selama 10 menit. Kemudian, periode yang kedua yakni selama 50 menit antara pukul 17.40 hingga 18.30.

Selama waktu-waktu tersebut sebanyak 35 persen mengalami gagal transaksi. Sementara di Inggris tercatat ada 7 persen gagal transaksi.

Kepala Treasury Committee Nicky Morgan mengapresiasi respon cepat Visa dalam menyelesaikan masalah kegagalan transaksi tersebut. Dia menilai, persoalan sistem IT yang dialami oleh Visa telah ditangani dengan baik.

"Pembayaran melalui kartu debit telah mengambil alih pembayaran dengan uang tunai, ini menunjukkan bahwa sistem IT menjadi penting," kata Morgan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES