Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

Suku Bunga Naik, Saham Wall Street Melemah

Kamis 14 Juni 2018 08:36 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani

Wall Street

Wall Street

Sebelum keputusan the Fed diumumkan, harga saham di Wall Street cenderung datar.

REPUBLIKA.CO.ID,  NEW YORK -- Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street melemah setelah Bank Sentral AS atau Federal Reserve (the Fed) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Sebelum keputusan the Fed diumumkan, harga saham di Wall Street cenderung datar dan sempat meningkat. Namun, selepas the Fed mengeluarkan pengumuman kenaikan suku bunga acuan, hampir seluruh harga saham turun.

"Ini sedikit mengejutkan, sepertinya the Fed lebih percaya diri sekarang dalam mencapai target inflasi sehingga mereka berencana untuk menaikkan suku bunga lagi," ujar Kepala Investasi di Northern Trust Wealth Management, Katie Nixon, dilansir Reuters, Kamis (14/6).

Para pembuat kebijakan menyatakan, inflasi AS akan berjalan di atas dua persen hingga 2020. Ekspektasi ekonomi yang sudah baik mendorong Bank Sentral AS menaikkan suku bunga sebanyak tujuh kali sejak 2015 lalu.

(Baca: Bank Sentral AS Menaikkan Suku Bunga Lagi)

Setelah pengumumkan kenaikan suku bunga acuan oleh the Fed, indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 119,5 poin menjadi 25.201,20. Sementara itu, S&P 500 turun 11,22 poin menjad 2.775,63, kemudian indkes Nasdaq Composite kehilangan 8,09 poin menjadi 7.695,70.

Sementara itu, untuk imbal hasil (yield) obligasi Treasury 10 tahun dan dua tahun makin mengerucut setelah keluarnya keputusan the Fed, jatuh ke titik terendahnya selama 11 tahun belakangan. Jarak imbal hasil yang makin tipis merefleksikan kekhawatiran investor mengenai keinginan the Fed menambah kemungkinan untuk kembali meningkatkan suku bunganya.

Adapun di sektor komoditas, emas di perdagangan lebih rendah, sementara minyak di perdagangan lebih tinggi menjadi 66,64 dolar AS per barel. US Energy Information Administration mengeluarkan laporan pada Rabu (13/6), pasokan minyak AS turun hingga 4,1 juta barel per 8 Juni 2018 lalu.

Seperti diketahui, Federal Reserve untuk kedua kalinya menaikkan suku bunga acuannya menjadi dua persen. Kenaikan suku bunga 25 basis poin dilakukan setelah mengadakan pertemuan dua hari, 12-13 Juni 2018. Kenaikan Fed Rate untuk tahun ini, pertama kali dilakukan pada 20 Maret yang mengerek suku bunga dari semula 1,5 persen menjadi 1,75 persen.

Federal Open Market Committee (FOMC) menyatakan, pertumbuhan ekonomi harus terus berlanjut, meski terdapat indikasi laju kenaikan suku bunga. Komite berharap terjadi peningkatan bertahap untuk tingkat dana federal yang akan konsisten dan berkelanjutan dengan kegiatan ekonomi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES