Friday, 15 Rajab 1440 / 22 March 2019

Friday, 15 Rajab 1440 / 22 March 2019

Rockefeller Pimpin Bagi-Bagi Kekayaan Indonesia ke Perusahaan Asing

Selasa 21 Mar 2017 19:33 WIB

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Nur Aini

Miliarder Amerika Serikat, David Rockefeller, meninggal pada usia 101 tahun pada Senin (20/3) waktu AS. Ia tercatat sebagai orang tua terkaya di dunia

Miliarder Amerika Serikat, David Rockefeller, meninggal pada usia 101 tahun pada Senin (20/3) waktu AS. Ia tercatat sebagai orang tua terkaya di dunia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia menjadi tujuan menggiurkan bagi investor asing. Namun, siapa sangka tumbuhnya penanaman modal asing di tanah air diawali peran ekonom dunia David Rockefeller.

Ia menjadi pemimpin konferensi November 1967 lalu di Jenewa, Swiss. Saat itu, Menteri Luar Negeri Indonesia Adam Malik dan Menteri Ekonomi Sultan Hamengku Buwono menghadapi pengusaha besar dunia untuk mendengar betapa pentingnya investasi asing bagi masa depan Indonesia.

Dalam pertemuan tiga hari yang disponsori Time Inc, menghadirkan eksekutif perusahaan ternama dari Eropa, Jepang, Australia, Kanada dan Amerika Serikat (AS) seperti perusahaan-perusahaan minyak besar, bank termasuk Chase Manhattan, General Motors, Imperial Chemical Industries, British American Tobacco, Siemens, US Steel dan banyak lainnya.

"Dengan cara Anda sendiri, Anda bisa membantu membawa stabilitas ekonomi dan politik yang diinginkan dari negara kita," ujar Adam dilansir dari Time.com.

Hasil pertemuan tersebut membagi secara rapi kekayaan sumber daya alam Indonesia kepada perusahaan-perusahaan raksasa itu. Tambang hingga hutan Indonesia dimanfaatkan selama berpuluh tahun oleh mereka.

Baca juga: Miliarder Rockefeller di Balik Penjarahan Kekayaan Alam Indonesia

Salah satu perusahaan yang mendapat bagian adalah Freeport yang menguasai gunung tembaga di Papua Barat, Konsorsium US/Eropa mendapat nikel, perusahaan raksasa Alcoa mendapat sebagian besar bauksit Indonesia. Begitu juga dengan kelompok perusahaan Amerika, Jepang, dan Prancis yang mendapat jatah hutan tropis Sumatra.

Meski telah meninggal Senin (20/3), orang tua terkaya di dunia itu meninggalkan 'warisan' berupa penguasaan sumber daya alam oleh investor asing. Rocketfeller meninggal akibat gagal jantung pada usia 101 tahun di kediamannya, Poncantico Hills, New York, AS.

Baca juga: David Rockefeller, Sosok Miliarder Kepercayaan Pemimpin Dunia

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA