Kamis 18 Mar 2021 14:23 WIB

Ramadhan Jadi Momentum Genjot Wakaf Uang

Fokus pada Ramadhan kali ini adalah untuk menekankan literasi pemahaman wakaf

Rep: Imas Damayanti/ Red: A.Syalaby Ichsan
Potensi Wakaf Uang di Indonesia
Foto: ihram.co.id
Potensi Wakaf Uang di Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sudah lumrah bagi filantropi Islam bahwa Ramadhan identik dengan hadirnya peningkatan perolehan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Tidak terkecuali bagi wakaf uang yang digencarkan belakangan ini. Ramadhan menjadi momentum yang cocok bagi kampanye dan sosialisasi Gerakan Wakaf Uang yang hingga kini masih terasa asing bagi sebagian masyarakat.

Direktur Filantropi Laznas BSM Umat Fauzi Indrianto optimistis, Ramadhan 1442 Hijriyah dapat menjadi momentum perolehan wakaf yang cukup kuat dari nasabah dan umat. Untuk menyambut itu, beragam strategi perolehan dana zakat, infak, sedekah, dan juga wakaf (ziswaf) mulai dimatangkan.

“Khusus untuk bulan Ramadhan, itu kan memang identik dengan bulan panen rayanya ZIS, ya. Karena umumnya untuk program-program ZIS itu, zakat mal disetor di Ramadhan. Khusus dengan wakaf, itu pastinya ada pengkhususan karena sifatnya yang berbeda. Maka kita siapkan strategi,” kata Fauzi saat dihubungi Republika, Selasa (16/4).

Di BSM Umat, kata Fauzi, terdapat program yang dinamakan wakaf uang berkah umat yang bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI). Tujuan dari kerja sama itu adalah untuk menghimpun wakaf uang dari para nasabah, baik nasabah prioritas maupun nasabah ritel. Adapun kerja sama lainnya dilakukan dengan menggandeng Manajemen Mandiri Investasi (MMI) sebagai pengelola manfaat dari wakaf yang terkumpul.

Fauzi menyebutkan, fokus pada Ramadhan kali ini adalah untuk menekankan literasi pemahaman wakaf, wakaf produktif, dan wakaf uang. Caranya adalah dengan menawarkan kepada nasabah-nasabah prioritas mengenai pemahaman ziswaf secara komprehensif. “Ada program literasi dan keuangan syariah yang bakal kami genjot. Ramadhan juga pastinya akan kami isi dengan webinar-webinar terkait dengan ziswaf, baik kepada nasabah prioritas maupun ritel, kami melihatnya mereka juga butuh akan adanya literasi ini,” kata Fauzi.

Dia menilai potensi wakaf uang yang signifikan dapat dikolaborasikan dengan adanya ekosistem nasabah yang telah tercipta di BSI. Sebanyak 16 juta nasabah BSI, kata dia, dapat dimanfaatkan untuk penekanan wakaf uang. Terlebih dalam karakteristik wakaf uang, dia melihat wakaf tidak memiliki nisabnya sebagaimana yang disyaratkan pada zakat mal.

Untuk itu, dia menjabarkan, ada kemudahan-kemudahan yang dapat diperoleh dari wakaf uang. Misalnya, dari karakteristik yang mudah dijangkau oleh para nasabah, yakni berwakaf uang dimulai dari nominal Rp 10 ribu.“Jadi, kita mau create pemahaman nasabah mengenai wakaf uang ini. Karena wakaf bisa berapa pun, jumlahnya enggak harus besar. Dan ini kita coba syiarkan di momen-momen Ramadhan. Entah itu dari pegawai BSI ataupun nasabah nantinya,” kata dia.

Ketua Divisi Pengelolaan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Nurul Huda menambahkan, momentum Ramadhan 2021 memang harus dimanfaatkan para lembaga amil zakat (LAZ) untuk menguatkan pemahaman berwakaf. Menurut dia, literasi wakaf yang masih tertinggal jauh dari zakat harus ditingkatkan pada Ramadhan 2021 ini.

Sebagai lembaga yang membawahkan perwakafan, dia menyebutkan, BWI berupaya untuk menggandeng sejumlah elemen secara luas untuk meningkatkan literasi wakaf uang. Sejumlah LAZ yang berasal dari perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pun, kata dia, sudah mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetensi lembaga wakaf.

“Dan itu sangat bagus sekali, ya, kita memperluas ruang gerak agar dapat memaksimalkan wakaf uang. GWU (Gerakan Wakaf Uang) memang harus diperkenalkan lebih dalam dengan peran banyak pihak,” kata Huda.

Direktur Utama Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Supendik, menambahkan, literasi wakaf produktif menjadi salah satu fokus yang akan dikerjakan filantropi Islam pada bulan Ramadhan nanti. Literasi dan sosialisasi mengenai wakaf uang pun, kata dia, sudah mulai dilakukan dengan membentuk Baitul Wakaf BMH sebagai nazir wakaf produktif.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement