Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

ACT Cabang Bogor Kirim 15 Ton Bantuan untuk Sulawesi Barat

Selasa 26 Jan 2021 00:15 WIB

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Dwi Murdaningsih

ACT Bogor, disaksikan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengirimkan 15 ton bantuan untuk warga terdampak bencana di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan, Senin (25/1).

ACT Bogor, disaksikan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengirimkan 15 ton bantuan untuk warga terdampak bencana di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan, Senin (25/1).

Foto: republika/sabrina
Bantuan sebelumnya akan dikirim ke gudang ACT di Gunung Sindur.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Bogor melepas sembilan armada kemanusiaan berupa 15 ton bantuan untuk bencana Sulawesi Barat. Bantuan tersebut terdiri atas beras, obat-obatan, makanan instan, selimut, dan perlenbkapan mandi.

Ketua ACT Cabang Bogor, Catur Widodo mengatakan, belasan ton bantuan yang diutamakan untuk warga terdsmpak di Mamuju dan Majene ini, sebelumnya akan dikirim ke gudang ACT di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor terlebih dahulu.

"Lima belas ton bantuan ini akan dikirim terlebih dahulu ke gudang ACT di Gunung Sindur sebelum di loading ke Kapal Kemanusiaan pada 27 Januari di Tanjung Priok," ujar Catur kepada wartawan di Masjid Al-Muttaqin, Bogor Utara, Kota Bogor, Senin (25/1).

Catur menuturkan, pelepasan bantuan kemanusiaan ini perdana dilakukan ACT Cabang Bogor, berkat donasi dari seluruh warga Bogor selama sepekan sejak dibuka. Dia menambahkan, donasi masih terus berjalan sampai akhir Januari mengingat bantuan kemanusiaan ini akan terus bergulir untuk korban terdampak bencana Kalimantan Selatan.

Di lokasi yang sama, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, di tengah Pandemi Covid-19 masyarakat Kota Bogor masih memiliki kepedulian dengan korban bencana Sulawesi Barat. Ia pun memberikan apresiasi tinggi kepada ACT, pengurus DKM Masjid Al-Muttaqin, serta masyarakat Kota Bogor yang sudah memberikan donasi.

Dedie menuturkan, pada Desember dan Januari memang merupakan bulan rawan bencana, tak terkecuali di Kota Bogor yang juga dihadapkan pada tiga bencana dominan. Sebut saja pergerakan tanah, longsor dan rumah roboh.

Tak ayal, Dedie menghimbau agar masyarakat khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan tebing untuk waspada dan menjauhi tempat-tempat yang beresiko.

"Saya doakan mereka yang sudah memberikan donasi mendapatkan balasan dan saudara kita terdampak bencana segera pulih," harapnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA