Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Literasi Wakaf Perlu Terus Digalakkan

Jumat 25 Sep 2020 20:52 WIB

Red: Irwan Kelana

Baitul Wakaf menggelar aksi Wakaf Fest perdana, Kamis (24/9).

Baitul Wakaf menggelar aksi Wakaf Fest perdana, Kamis (24/9).

Foto: Dok Baitul Wakaf
Masyarakat banyak  yang belum memahami wakaf dan wakaf produktif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Baitul Wakaf menggelar Aksi Wakaf Fest perdana di bulan September tahun ini sebagai upaya meningkatkan literasi wakaf di tanah air. 

Aksi Wakaf Fest yang diadakan pada Kamis (24/9) itu   dibuka oleh Pembina Baitul Wakaf Dr  Nashirul Haq  Lc, MA.  Dalam sambutannya, ia  mendorong agar gerakan wakaf produktif terus digelorakan di Indonesia. Menurutnya, masyarakat perlu diedukasi tentang wakaf dan manfaat wakaf produktif.

“Literasi wakaf mesti terus digalakkan. Masyarakat banyak  yang belum memahami wakaf dan wakaf produktif. Setidaknya  hal ini bisa kita ketahui juga dari rilis Puzkas Baznas dan BWI Indeks Literasi Wakaf (ILW) secara Nasional secara keseluruhan mendapatkan skor 50,48. Ini  masuk dalam kategori rendah. Tentu ini menjadi tantangan bagi kita semua,” ujar Nashirul seperti dikutip dalam rilis yang diterima Republika.co.id. 

Aksi Wakaf Fest 2020 dengan tema “Momentum Indonesia Bangkit” yang digelar Baitul Wakaf melalui aplikasi Zoom menghadirkan tiga narasumber. Mereka adalah  Dr  Hendri tanjung dari Badan Wakaf Indonesia; dan Coach Dr Fahmi yang merupakan board grounded business coaching dan Pembina Baitul Wakaf sekaligus founder beberapa perusahaan startup.

Sementara itu, Asih Subagyo yang turut menjadi pembicara mengatakan mengenai fungsi wakaf dan perannya yang juga dapat meningkatkan perekonomian nasional.

“Wakaf setidaknya ada empat fungsi utama yaitu: fungsi ibadah, fungsi ekonomi, fungsi sosial dan juga fungsi akhlak. Karenanya kita mesti saling bantu. Dengan wakaf atau sedekah akan menurunkan biaya ekonomi. Sehingga price turun, transaksi akan naik. Ekonomi akan bagus,” ungkap Asih yang menjabat ketua Bidang Perekonomian Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, 

Masing masing narasumber mendorong peran wakaf untuk dikembangkan dalam  berbagai sektor produktif dan semua pihak bisa menjadi bagian untuk  ikut terlibat dengan mendukung sejumlah proyek wakaf yang telah eksis.

“Kondisi sulit dan pendemi seperti ini membuat 48 persen  atau 30 juta UKM jatuh. Maka, spirit enterprenurial mesti dibangkitkan, karena kita tahu banyak bisnis besar terlahir dalam situasi sulit. Maka, bagaimana peran kita dengan mengembangkan wakaf produktif berada di  tangan yang tepat,” ujar Coach Fahmi dalam sesi presentasinya mengenai peran wakaf untuk UMKM dalam situasi pandemic. 

Acara ini diakhiri dengan sesi sharing session yang dilakukan secara interaktif dengan sejumlah narasumber dan peserta virtual yang mengikuti acara dan penyampaian informasi untuk Aksi Wakaf Fest selanjutnya akan diadakan pada bulan Oktober 2020 dengan tema Inovasi, Kolaborasi dan Wakafpreneurship.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA