Thursday, 13 Rajab 1442 / 25 February 2021

Thursday, 13 Rajab 1442 / 25 February 2021

Zakat Profesi PNS Mencapai Rp 11,8 Miliar

Rabu 25 Feb 2015 16:29 WIB

Red: Agus Yulianto

REPUBLIKA.CO.ID,INDRAMAYU - Zakat profesi yang berhasil dikumpulkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Indramayu pada 2014 mencapai Rp 11.83 miliar. Bupati Indramayu Hj Anna Sophanah, telah membagikan zakat itu kepada masyarakat di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Indramayu.

Anna mengatakan, zakat profesi dari para PNS ini, sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan. Dikatakan bupati, zakat profesi itu, digunakan untuk rehab rumah gakin, bantuan modal usaha kecil, bantuan semabko, bantuan bagi marbot masjid, bantuan guru ngaji, bantuan pengembangan majelis taklim, dan bantuan operasional penyelenggaraan kegiatan di kecamatan.

Bupati menambahkan, pengelolaan zakat profesi yang dilakukan oleh BAZNAS dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan baik dalam pengelolaannya maupun jumlahnya. Hal lain yang juga harus diperhatikan adalah banyak dari kabupaten/kota lainnya yang ada di Indonesia meniru seperti apa yang dilakukan di Indramayu dengan menerapkan zakat profesi bagi para PNS.

Pada kesempatan itu, bupati juga menegaskan, agar potensi zakat bisa tergali secara maksimal dari masyarakat Indramayu, maka di tingkat desa telah dibentuk unit pengumpul zakat (UPZ). UPZ ini menampung zakat dari masyarakat seperti para petani, petambak, dan pengusah serta lainnya yang ingin mengumpulkan zakat mal.

“UPZ ini diharapkan bisa menggali potensi zakat yang ada dipedesaan. Saat ini, telah terbentuk UPZ yang ada di desa-desa. Meskipun masih ada desa yang belum membentuk UPZ, namun kita tetap optimis potensi zakat bisa terus berkembang dan bisa menyejahterakan masyarakatnya,” kata bupati.

Karenanya, atas nama Pemkab Indramayu pihaknya menyampaikan terimakasih kepada para PNS yang secara ikhlas menyisikan 2,5 persen gajinya untuk menunaikan zaprof. Zakat yang telah diberikan, kini bisa dinikmati oleh masyarakat yang membutuhkannya.

Anna mengatakan, para pedagang kecil penerima bantuan modal usaha pun tidak diwajibkan untuk mengembalikannya. Namun, mereka diminta untuk menyisihkan keuntungannya sebesar Rp 1.000 untuk bersedekah. “Karena dengan bersedakah dan menabung maka usaha yang dijalani akan mendapatkan  keberkahan,” katanya.

Pendistribusian zakat yang dilakukan oleh Bupati Indramayu ini diawali dari Kecamatan Cikedung yang dipusatkan di halaman kantor kecamatan dan Kecamatan Terisi yang dipusatkan di Desa Jatimulya. Untuk Kecamatan Cikedung zakat yang dibagikan mencapai Rp 36,55 juta dan Kecamatan Terisi sebesar Rp 38,35 juta.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA