Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

KPW BI Solo Ajak Pembatik Jadi Wirausaha Mandiri

Senin 02 Aug 2021 17:59 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

 KPw BI Solo bersama implementing partner Rumah Zakat Solo, pada hari Jumat tanggal 30 Juli 2021 kembali melaksanakan pelatihan ke-2 kepada Klaster Batik Paguyuban Giriarum Girilayu, dengan tema Menjadi Wirausaha di Industri Kreatif yang Mandiri dan Sukses.

KPw BI Solo bersama implementing partner Rumah Zakat Solo, pada hari Jumat tanggal 30 Juli 2021 kembali melaksanakan pelatihan ke-2 kepada Klaster Batik Paguyuban Giriarum Girilayu, dengan tema Menjadi Wirausaha di Industri Kreatif yang Mandiri dan Sukses.

Foto: Rumah Zakat
Pelatihan KPW BI Solo digelar daring dan diikuti pembatik Giriarum Girilayu

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO – KPw BI Solo bersama implementing partner Rumah Zakat Solo, pada hari Jumat tanggal 30 Juli 2021 kembali melaksanakan pelatihan ke-2 kepada Klaster Batik Paguyuban Giriarum Girilayu, dengan tema Menjadi Wirausaha di Industri Kreatif yang Mandiri dan Sukses. Pelatihan digelar dalam rangka mendorong pengembangan usaha Program UMKM Subsistence.

Pelatihan kali ini dilakukan secara daring dengan pengelompokan peserta ke dalam 12 kelompok, dengan menghadirkan pelaku UMKM berbasis social entrepreneur untuk berbagi kisah suksesnya. Pendiri PELANUSA (Pelangi Nusantara), Endahing Noor Suryanti, mengajak kaum perempuan bekerja agar bisa menjadi seorang entrepreneur dan memperbaiki perekonomian mereka.

Selain itu juga disampaikan mengenai makna kewirausahaan oleh Joko Adiyanto selaku pendamping dari Rumah Zakat, dan dilanjutkan praktek kreasi tanpa batas. Peserta praktik membuat lukisan di kaos dan hiasan dinding yang hasilnya sungguh bagus dan menarik. Peserta juga dilatih untuk penentuan HPP suatu produk.

Harapan dengan pelatihan ini peserta dapat lebih kreatif dan inovatif dalam pengembangan produk sekaligus dapat memasarkan produknya walaupun masih dalam keadaan pandemi. Selain itu juga memberikan pemahaman kepada peserta dalam menentukan HPP untuk produksi supaya usahanya beruntung.

Ke depan, masih akan berlanjut program pendampingan di kelompok subsistence girilayu dengan tema yang berbeda.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA