Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf, Ulama Pemberi Keteladanan (2-habis)

Rabu 02 Apr 2014 21:23 WIB

Red: Chairul Akhmad

Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf,.

Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf,.

Foto: Wordpress.com

Oleh: Mohammad Akbar

Abu Bakar meninggalkan Hadramaut setelah berusia 17 tahun. Ia kembali ke tanah Jawa sambil didampingi oleh Al-Arifbillah al-Habib Alwi bin Saggaf as-Saggaf.

Tempat yang dikunjunginya adalah kota kelahirannya di Besuki, Jawa Timur. Hanya tiga tahun ia berada di sana. Ia kemudian hijrah ke Gresik. Di tempat ini ia kembali menimba ilmu dari para ulama.

Saat usianya baru menginjak 20 tahun, ia melakukan sebuah perjalanan spiritual yang sangat penting. Ia menepikan diri dari hiruk pikuk kehidupan duniawi. Ia melakukannya selama hampir 15 tahun. Hal tersebut dilakukan setelah adanya bisikan di dalam hatinya. Tanpa ragu ia melakukan proses tersebut.

Selama proses berkhalwat, Abu Bakar hanya mengabdikan diri dan beribadah kepada Sang Khalik. Ibarat ular yang hendak mendapatkan kulit terbaik maka perlu ada proses pengasingan diri dan puasa. Begitulah kiranya memahami proses pengasingan diri dari Abu Bakar saat usianya masih menginjak remaja.

Setelah 15 tahun berkhalwat, salah satu gurunya, Al-Habib Muhammad bin Idrus al-Habsyi, menyarankannya untuk keluar. Ia pun mengikuti saran sang guru. Setelah proses itu dilewati, ia melakukan ziarah ke sejumlah makam ulama. Setelah itu, ia mulai mengembangkan pengajian di Gresik.

Pengajian atau taklim yang dilakukannya itu dengan melakukan pembacaan kitab-kitab Salaf. Tercatat, lebih dari 40 kali kitab karya Imam al-Ghazali, Ihya’ Ulumuddin, dikhatamkan. Setiap kali khatam kitab tersebut, ia selalu mengadakan jamuan makan kepada masyarakat luas.

Semasa hidupnya ia cukup aktif menyebarkan Islam melalui mimbar majelis taklim. Dalam setiap majelis, Abu Bakar selalu berpesan agar para pengikutnya selalu menjaga kebersihan hati. Sebelum wafat, ia sempat menunaikan puasa selama 15 hari. Tak lama setelah itu, ia pun pergi menghadap Sang Khalik pada Zulhijjah 1376 H.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA