Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Ummu Habibah : Keteguhan Iman Sang Ummu Mukminin (Bag 1)

Jumat 24 Feb 2012 07:52 WIB

Red: Heri Ruslan

Matahari (ilustrasi)

Matahari (ilustrasi)

Foto: jizzflame.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Heri Ruslan

Taicing: Ujian dan penderitaan hidup yang dialaminya, tak sedikitpun menggoyahkan imannya.

Agama dan akidah merupakan priotitas utama dalam hidup Ummu Habibah. Dengan lantang, sang Muslimah memproklamirkan diri bahwa loyalitasnya hanya dipersembahkan untuk Allah SWT dan Rasulullah SAW. Ujian dan penderitaan hidup yang dialaminya, tak sedikitpun menggoyahkan imannya.

Sejatinya, sang mujahidah itu bernama Ramlah binti Shakhar bin Harb bin Uinayyah bin Abdi Syams. Ia dilahirkan 13 tahun sebelum Muhammad SAW diutus menjadi nabi dan rasul. Ummu Habibah berasal dari keluarga terpandang. Ayahnya bernama Abu Sufyan dan ibunya bernama Shafiyyah binti Abil Ashi bin Umayyah bin Abdi Syams.

Sejak belia, Ummu Habibah dikenal sebagai anak yang berkpribadian kuat, fasih bicaranya, encer otaknya dan cantik parasnya.  Ia dipersunting seorang pemuda bernama Ubaidillah bin Jahsy. Suaminya terkenal sebagai pemuda yang teguh memegang agama Ibrahim AS, yang tak menyembah berhala dan tak suka mabuk serta berjudi.

Sempat terbesit dalam hati Ummu Habibah untuk mengikuti agama sang suami. Pada zaman itu,  mayoritas penduduk Makkah menyembah berhala yang mereka buat sendiri.  Tak lama setelah menjadi istri Ubaidillah,  Muhammad diutus sebagai Nabi dan Rasulullah. Gemparlah penduduk Makkah mendengar datangnya agama samawi bernama Islam itu.

Sang suami, Ubaidillah memilih memeluk agama baru itu. Ia lalu mengajak Ummu Habibah untuk memeluk Islam bersamanya. Kaum kafir Quraisy murka dan marah besar dengan datangnya Islam. Mereka pun melakukan terror dan mengintimidasi siapapun yang memeluk agama Allah SWT itu.

Rasulullah SAW lalu memerintahkan Kaum Muslimin untuk berhijrah ke Habasyah (Etopia). Ummu Habibah bersama suaminya termasuk dalam kelompok umat Islam yang turut berhijrah.

Saat itu, ia sedang mengandung bayinya yang pertama. Setibanya di Habasyah, Ummu Habibah melahirkan seorang putri bernama Habibah. Orang-orang kemudian memanggilnya Ummu Habibah.  Setelah beberapa lama tinggal di Etopia, umat Muslim yang hijrah itu mendengar bahwa Islam telah menguat dan menyebar di Makkah.

Banyak di antara mereka yang kemudian memutuskan kembali ke tanah kelahirannya di Makkah. Namun, Ummu Habibah dan suaminya memilih untuk tetap tinggal di benua Afrika.

Mereka yang akan kembali ke Makkah, di tengah perjalanan mendengar bahwa kaum kafir Quraisy makin gencar menebar terror dan menindas pemeluk agama Islam. Akhirnya, mereka kembali ke Habasyah. Bertahun-tahun, umat Islam yang tinggal di Afrika itu menunggu kabar baik dari Makkah.

Keimanan Ummu Habibah pun mulai diuji. Ubaidillah yang mengajaknya masuk Islam justru menjadi pesimis dan putus sa bahwa agama yang dibawa Muhammad SAW akan berkembang. Ia pun memilih murtad dari Islam dan memeluk agama orang-orang Habasyah, yakni nasrani.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA