Thursday, 8 Zulhijjah 1443 / 07 July 2022

Milad Republika, Ketum PBNU: Semoga Kita Terus Bahu-Membahu Tebar Kemaslahatan

Rabu 05 Jan 2022 15:06 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Gita Amanda

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengucapkan selamat hari ulang tahun yang ke-29 untuk Republika.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengucapkan selamat hari ulang tahun yang ke-29 untuk Republika.

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Republika diharapkan terus istiqomah dalam mengemban tugas kejurnalistikannya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengucapkan selamat hari ulang tahun yang ke-29 untuk Republika. Dia berharap Republika terus istiqomah dalam mengemban tugas kejurnalistikannya.

"Semoga terus istiqomah, menjadi mata, telinga dan penyambung suara masyarakat yang jujur dan amanah," tutur Gus Yahya, yang terpilih sebagai ketua umum PBNU pada Muktamar ke-34 pada Desember 2021 lalu.

Baca Juga

Gus Yahya juga mengucapkan terima kasih kepada Republika atas kerja sama selama ini baik dengan dirinya secara pribadi maupun dengan NU. Dia berharap, Republika bersama NU dapat terus menebarkan kemaslahatan bagi banyak orang demi Indonesia tercinta.

"Semoga di hari-hari ke depan, kita akan terus bahu-membahu menebarkan kemaslahatan dan kebaikan untuk semua orang, untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini, dan untuk kemanusiaan," ucapnya.

Ucapan Milad ke-29 untuk Republika juga datang dari orang nomor satu di negeri ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi). Presiden mengatakan, selama 29 tahun Republika hadir menjadi bagian penting dari perjalanan pers di Tanah Air.

Ia juga menyebut bahwa di tengah disrupsi teknologi, Republika mampu beradaptasi untuk mengatasi perubahan yang terjadi. “Di masa pandemi Republika turut membantu pemerintah dengan informasi seputar pandemi," ujarnya.

Jokowi menuturkan, Republika membantu pemerintah di masa pandemi virus corona jenis baru (Covid-19) dengan meluruskan informasi-informasi keliru yang beredar. Tak hanya itu, menurutnya Republika merupakan media yang mengedukasi masyarakat.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA