Monday, 7 Ramadhan 1442 / 19 April 2021

Monday, 7 Ramadhan 1442 / 19 April 2021

 IAIN Palu Diminta Turut Perkuat Peradaban Melayu

Rabu 03 Mar 2021 00:50 WIB

Red: Nashih Nashrullah

IAIN Palu berpotensi besar untuk turut membangun peradaban Melayu. IAIN Palu, Sulawesi Tengah.

IAIN Palu berpotensi besar untuk turut membangun peradaban Melayu. IAIN Palu, Sulawesi Tengah.

Foto: links.web.id
IAIN Palu berpotensi besar untuk turut membangun peradaban Melayu

REPUBLIKA.CO.ID, PALU— Gubernur Sulawesi Tengah terpilih di Pilkada 2020, Rusdi Mastura, meminta Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, agar berkontribusi besar dalam membangun peradaban masyarakat Melayu.

"Peran perguruan tinggi seperti IAIN Palu sangat penting untuk melahirkan orang-orang yang hebat, yang berkontribusi bangun peradaban Melayu," ucap Rusdi Mastura saat memberi kuliah umum semester genap tahun 2021, di IAIN Palu, Selasa (2/3). 

Di hadapan akademisi IAIN Palu, Rusdi Mastura, mengatakan puak Melayu terbesar di Indonesia, dan letaknya di Sulawesi Tengah, tepatnya di Kota Palu.

Namun, hingga saat ini puak Melayu yang ada di daerah itu belum memberikan kontribusi besar terhadap peradaban manusia, bila dibandingkan dengan puak lainnya yang ada di dunia.

Karena itu, kata Rusdi Mastura, perguruan tinggi termasuk IAIN Palu sebagai salah satu tempat pembangunan manusia, harus menciptakan lulusan yang memiliki sumber daya manusia bermutu, agar bisa berkontribusi dalam membangun peradaban Melayu.

Selain itu, dia juga berharap IAIN Palu menjadi perguruan tinggi yang tidak hanya besar dari sisi bangunannya, tetapi besar dengan kualitas lulusannya, maju dan unggul dari sisi akademik dan pengabdian terhadap masyarakat.

"IAIN Palu harus menjadi kampus terbesar di Sulteng, dengan tetap mengamalkan nilai-nilai Islam," ungkap Rusdi Mastura.

Dia juga mengatakan bahwa kelak bila dirinya telah selesai dilantik sebagai Gubernur Sulteng defenitif, maka dia akan menggandeng IAIN Palu dalam hal memberantas intoleransi, radikalisme, dan terorisme.

"Salah satu strategi yang dikedepankan adalah memaksimalkan peran masjid sebagai pusat peradaban manusia, dimana masjid akan berfungsi untuk menjadi tempat kajian dan pendalaman Islam moderat. Di samping itu, ada kegiatan pembinaan dan pelatihan bahasa Arab dan Inggris di masjid-masjid," ujarnya. 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA