Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Penembakan Pengawal HRS Hebohkan Media Inggris, AS, Israel

Selasa 08 Dec 2020 06:56 WIB

Red: Muhammad Subarkah

Habib Riziek tiba di Bandara Soekarno Hatta dengan isambut ribuan massa.

Habib Riziek tiba di Bandara Soekarno Hatta dengan isambut ribuan massa.

Foto: Anadolu Agancy
Berita penembakan pengawal Habib Rizieq menghebohkan media internasional.

REPUBLIKA.CO.ID, Meninggalnya enam orang anggota FPI yang menjadi pengawal Habib Rizieq Shihab, ternyata bukan hanya menghebohkan Indonesia, melainkan juga dunia internasional.

Media massa internasional cetak, daring, dan televisi pun ramai memberitakannya. Media Israel, Jurasalem Post, dan media Inggris, The Gurdian, pun memberitakanya.

The Guardian menulis berita ini dengan ilsutrasi gambar Habib Rizieq di tengah massa yang menyambutnya kala dia pulang dari Makkah, Arab Saudi. The Guardian menulis dengan judul berita, "Police shootout kills six suspected supporters of Indonesia clerik" (Baku tembak polisi menewaskan enam tersangka pendukung ulama Indonesia).

Seperti ini berita lengkapnya yang juga diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia:

Gun battle occurred after patrol tailing followers of Rizieq Shihab was attacked, Jakarta’s police chief says

Rizieq Shihab returns home to Indonesia from exile in Saudi Arabia in November.Rizieq Shihab returns home to Indonesia from exile in Saudi Arabia in November. Photograph: Donal Husni/ZUMA Wire/REX/Shutterstock
 
Reuters
Mon 7 Dec 2020 07.05 GMT
Six suspected supporters of a leading Indonesian Islamic cleric were killed in a clash with police on Monday, according to Jakarta’s chief of police.

The incident occurred just after midnight on Sunday a highway when a police car was attacked while following a car believed to be carrying supporters of the cleric, Rizieq Shihab, resulting in a shoot out, Fadil Imran said on Monday.

The police have been investigating the controversial cleric for violations of health protocols during the coronavirus pandemic after large gatherings to celebrate his return to the world’s biggest Muslim majority country from self-exile in Saudi Arabia.

The 55-year-old, a firebrand cleric who heads the Islamic Defender’s Front (FPI), a conservative Islamic group that has become politically influential in recent years, left Indonesia in 2017 after facing charges of pornography and insulting state ideology.

When he landed in the capital Jakarta, tens of thousands flocked to the airport in white Islamic grab, ignoring coronavirus protocols and clamouring to kiss his hand.

Before he left Indonesia, Rizieq was the figurehead of the hardline 212 movement that opposed Jakarta’s former Christian governor, Basuki Tjahaja Purnama, better known as Ahok, who was accused and ultimately jailed for insulting Islam.

The rallies were the biggest since the fall of Indonesia*s former authoritarian ruler Suharto, in 1998.

In the weeks since his return, Rizieq has declared his plans to embark on a “moral crusade” and has met some politicians and opposition figures.

Officials at the FPI could not immediately be reached for comment on Monday’s fatal clash with police

---------

Rizieq Shihab pulang ke Indonesia dari pengasingan di Arab Saudi pada November. Foto: Donal Husni/ZUMA Wire/REX/Shutterstock Reuters (keterangan foto di berita ini, Red)
 
Senin 7 Des 2020 07.05 GMT
Enam tersangka pendukung ulama Islam terkemuka Indonesia tewas dalam bentrokan dengan polisi pada hari Senin, menurut kepala polisi Jakarta.
 
Insiden itu terjadi tepat setelah tengah malam pada hari Minggu di sebuah jalan raya ketika sebuah mobil polisi diserang saat mengikuti sebuah mobil yang diyakini membawa pendukung ulama Rizieq Shihab, mengakibatkan baku tembak, kata Fadil Imran pada hari Senin.
 
Polisi telah menyelidiki ulama kontroversial tersebut atas pelanggaran protokol kesehatan selama pandemi virus Corona setelah pertemuan besar untuk merayakan kembalinya dia ke negara mayoritas Muslim terbesar di dunia dari pengasingan diri di Arab Saudi.
 
Pria berusia 55 tahun, seorang ulama yang mengepalai Front Pembela Islam (FPI), sebuah kelompok Islam konservatif yang telah menjadi berpengaruh secara politik dalam beberapa tahun terakhir, meninggalkan Indonesia pada tahun 2017 setelah menghadapi tuduhan pornografi dan menghina ideologi negara.
 
Terlepas dari tuduhan yang menurut para pendukungnya tidak benar dan merupakan upaya untuk mendiskreditkan dia, pengasingan yang dilakukan sendiri oleh Rizieq tampaknya tidak banyak membantu mengurangi daya tariknya.
 
Ketika dia mendarat di ibu kota Jakarta, puluhan ribu berbondong-bondong ke bandara dengan pakaian putih Islami, mengabaikan protokol virus corona dan berteriak-teriak untuk mencium tangannya.
 
Sebelum meninggalkan Indonesia, Rizieq adalah tokoh gerakan garis keras 212 yang menentang mantan Gubernur Jakarta yang beragama Kristen, Basuki Tjahaja Purnama, lebih dikenal sebagai Ahok, yang dituduh dan akhirnya dipenjara karena menghina Islam.
 
Demonstrasi tersebut adalah yang terbesar sejak jatuhnya mantan penguasa otoriter Indonesia Suharto, pada tahun 1998.
 
Beberapa minggu setelah kepulangannya, Rizieq telah menyatakan rencananya untuk memulai “perang moral” dan telah bertemu dengan beberapa politisi dan tokoh oposisi. Pejabat di FPI tidak dapat segera dihubungi untuk dimintai komentar atas bentrokan fatal Senin dengan polisi.
 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA