Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Lima Perusak Hati

Senin 25 Mar 2019 22:45 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Agung Sasongko

Iri hati/ilustrasi

Iri hati/ilustrasi

Foto: forbes.com
jika hati sehat, sehatlah seluruh diri dan akan selamat dalam perjalanan hidupnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Manusia sempurna (insan kamil) memiliki keteguhan iman dan banyak amal saleh. Di samping itu, yang mahapenting dalam diri manusia adalah masalah hati. Dalam buku Kesepaduan Iman dan Amal Saleh, Buya Hamka mengatakan, jika hati sehat, sehatlah seluruh diri dan akan selamat dalam perjalanan hidupnya.

Namun, jika hati tertimpa penyakit, sakitlah seluruh badan. Dalam buku Kesepaduan Iman dan Amal Saleh, Buya Hamka mengungkapkan lima penyakit yang dapat merusak hati. Kelima penyakit itu dipaparkan Buya Hamka berdasarkan kitab syarahnya Ibnul Qayyim yang berjudul Madarijus Salikin.

Baca Juga

Perusak hati pertama adalah salah memilih teman pergaulan. Menurut Buya Hamka, jika salah memilih teman, orang tersebut akan tersesat ke dalam jurang kehancuran. Karena itu, Buya Hamka mengajak untuk mencari persahabatan yang kekal untuk dunia dan akhirat, yaitu persahabatan yang terikat karena cinta kepada Allah.

Perusak hati kedua yaitu hidup tenggelam dalam angan-angan. Menurut Buya Hamka, panjang anganangan berbeda dengan panjang citacita. Cita-cita disertai ikhtiar, sedangkan angan-angan hanyalah khayalan tak menentu. Perusak hati yang ketiga adalah menggantungkan hati kepada nikmat yang diberikan sehingga lupa kepada yang memberikan nikmat, yaitu Allah.

Dalam hal ini, Buya Hamka mengungkapkan pepatah orang tua: Hari panas tibur mendenting, kacang pun lupa akan kulitnya. Perusak hati yang keempat, yaitu banyak makan. Menurut Buya Hamka, jika banyak memakan makanan akan dapat membangkitkan nafsu kelamin sehingga pikirannya hanya terpusat kesitu saja.

Perusak hati yang terakhir adalah banyak tidur. Buya Hamka menjelaskan, orang yang banyak tidur akan menyebabkan hatinya menjadi lembek, hati pun turut mengantuk, kegiatan hilang, dan semangat mengerjakan ibadah pun menjadi lemah. Kelima perusak hati tersebut dijelaskan satu per satu oleh Buya Hamka dalam buku ini. Karena, dia menganggap bahwa hati sangat penting untuk dipelihara dengan baik.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA