Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

MUI Sesalkan Perspektif Generalisasi oleh Fraser Anning

Selasa 19 Mar 2019 11:52 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Hasanul Rizqa

Sekretaris Jenderal MUI, Anwar Abbas

Sekretaris Jenderal MUI, Anwar Abbas

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Fraser Anning sebelumnya menyalahkan imigran Muslim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Senator Australia Fraser Anning terus menuai kecaman lantaran pandangan politiknya yang menyudutkan umat Islam. Di Indonesia, suara kekecewaan juga muncul terhadapnya. Salah satunya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang diwakili sekretaris jenderal, Buya Anwar abbas.

Dia mengungkapkan, pihaknya sangat menyesalkan Fraser Anning yang memandang Islam dan umat Islam sangat rendah dan buruk. Menurut dia, cara pandang seperti itu sesat dan menyesatkan serta tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Baca Juga

"Kalau cara pandang seperti itu kita ikuti sebenarnya umat Islam juga bisa menuduh dan mengaitkan kasus terorisme dan ekstrimisme yang dilakukan oleh Brenton Tarrant di New Zealand ini dengan agama dan negara yang bersangkutan, yaitu Kristen dan Australia. Tapi kita umat Islam tidak akan melakukan itu," papar Buya Anwar Abbas melalui pesan elektronik kepada Republika.co.id, Selasa (19/3).

Dia mengaku heran, mengapa ketika yang melakukan terorisme mengklaim diri seorang Muslim, kubu Islamofobia semisal Anning kerap mengaitkan aksi nirmoral itu dengan agama. Hal ini menurut Buya Anwar, jelas tidak adil dan tidak logis.

Dalam kasus terorisme di Selandia Baru pada Jumat lalu, kalangan Islamofobia tidak lantas menggeneralisasi perbuatan keji Brenton Tarrant kepada seluruh umat Kristen sedunia. Tentu saja, tegas Buya Anwar, tidak semestinya ada generalisasi atas perilaku segelintir individu kepada seluruh kaum, apalagi suatu agama. Sebab, generalisasi demikian jelas tidak masuk akal.

Oleh karena itu, MUI mengimbau Dunia Barat dan Timur untuk tidak mengaitkan tindakan terorisme, ekstremisme, dan radikalisme yang dilakukan seseorang atau segelintir orang dengan suatu bangsa dan agama. Tindakan terorisme atau ekstremisme bisa saja dilakukan siapa pun dari berbagai etnis, bangsa dan agama. Pelaku demikian tidak lantas mencerminkan keseluruhan etnis, bangsa, dan agama.

"Oleh karena itu untuk tegaknya suatu kehidupan dunia yang penuh kebersamaan dan keadilan, MUI meminta dan mengimbau para  pemeluk agama yang lain di muka bumi ini agar juga tidak mengaitkan terorisme dan ekstrimisme yang ada dengan salah satu agama. Karena hal itu jelas akan memperkeruh suasana dan itu jelas tidak elok bagi  kehidupan bersama baik dalam skala lokal maupun global," tambahnya.

Seperti diketahui, senator Fraser Anning sebelumnya menyalahkan kaum imigran Muslim yang datang ke Selandia Baru. Pernyataan itu diucapkannya pascainsiden serangan teror di dua masjid di Christchurch, Wellington, Selandia Baru, Jumat (15/3).

Serangan dalam bentuk penembakan itu dilakukan oleh Tarrant yang menyasar jamaah masjid ketika waktu shalat Jumat. Peristiwa itu menyebabkan 50 orang menjadi korban jiwa.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA