Monday, 18 Zulhijjah 1440 / 19 August 2019

Monday, 18 Zulhijjah 1440 / 19 August 2019

Muhammadiyah: Kok Ada di Era Demokrasi Penolakan-Penolakan

Senin 03 Sep 2018 19:13 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Teguh Firmansyah

Ustadz Abdul Somad

Ustadz Abdul Somad

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Aparat diminta bertindak jika benar ada ancaman terhadap UAS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Pusat Muhammadiyah menyesalkan adanya acaman yang menimpa penceramah Ustaz Abdul Somad (UAS). Muhammadiyah meminta aparat kepolisian bertindak terhadap tindakan ancaman yang menimpa UAS.

"Muhammadiyah menyesalkan. Mengapa kok ada, di era demokrasi ada penolakan-penolakan,” kata Ketua bidang Ekonomi, Kewirausahaan, dan UMKM PP Muhammadiyah Anwar Abbas kepada Republika.co.id, Senin (3/9).

Padahal, menurut Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu, UAS akan berceramah dan berbicara soal agama, bukan hal lainnya. “Kita menyesalkan adanya penolakan ustaz dan (kegiatan) ceramah,” ujar dia.

Anwar mempertanyakan alasan adanya ancaman yang ditujukan untuk UAS. Menurut dia, apabila masih menyoal UAS tidak NKRI dan Pancasila, maka dia meminta bukti tuduhan tersebut. "Saya sering mendengar ceramah dia, nggak ada tuh (yang anti NKRI dan Pancasila), malah memperkuat," kata dia.

Karena itu, Anwar meminta UAS tidak ditarik-tarik ke hal yang tidak berdasarkan bukti. Sebab, menurutnya, belum tentu yang menolak dan menuduh itu lebih NKRI dan cinta Pancasila daripada UAS.

Baca juga, Mengapa Ustaz Somad Dipersekusi?

Anwar beranggapan, apabila ada ancaman yang menimpa warga negara, maka aparat  negara, yakni kepolisian harus bertindak. Sebab, negara memiliki tugas melindungi warga negaranya. "Jadi kalau ada warga negara yang terancam dan diancam oleh orang lain, negara harus hadir, menindak yang mengancam," ujar Anwar.

Dia mengusulkan UAS tetap menggelar ceramah sesuai jadwal. Namun, aparat kepolisian harus turun tangan mengamankan, melindungi, dan menjaga kegiatan itu.

“Negara tak boleh tunduk kepada tuntutan sekelompok kecil orang. Berapa sih yang tak setuju? Yang mendukung UAS lebih banyak,” kata dia.

Anwar berharap aparat tidak menolerir pelaku ancaman, kecuali orang yang diancam benar-benar anti NKRI dan Pancasila. Menurut dia, MUI tidak perlu turun tangan menengahi penolakan tersebut. “Karena sudah bicara ancam-mengancam, itu ada aparat negara yang bertugas (bukan ranah MUI),” ujar Anwar.

Baca juga, Ustaz Somad: Kita Bukan Perang Lawan Israel Cuman Ceramah.

Sebelumnya, UAS mengaku menerima pelbagai ancaman dari pihak-pihak tertentu, sehingga terpaksa membatalkan rencana ceramahnya di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta. Melalui akun Instagram-nya, lulusan S-1 Universitas al-Azhar (Mesir) itu memaparkan alasan-alasannya.

“Beberapa ancaman, intimidasi, pembatalan, dan lain-lain terhadap taushiyah di beberapa daerah seperti di Grobogan, Kudus, Jepara dan Semarang. Beban panitia yang semakin berat. Kondisi psikologis jamaah dan saya sendiri,” demikian pernyataan Ustaz Abdul Somad melalui media sosial tersebut, yang telah dikonfirmasi Republika.co.id, Senin (3/9).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA