Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Kemenkes Imbau Calon Jamaah Haji Siapkan Kesehatan Sejak Dini

Kamis 07 Apr 2016 09:14 WIB

Rep: c38/ Red: Muhammad Subarkah

Haji

Haji

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Untung Suseno Sutarjo, menganjurkan para jamaah haji untuk menyiapkan kondisi kesehatan sejak dini.

"Kita menganjurkan para calon jemaah untuk menyiapkan beberapa bulan sebelumnya. Karena kita akan menghadapi masalah luar biasa dengan lingkungan yang sangat beda," kata Untung kepada Republika, di Hotel Horison Bekasi, Rabu (6/4) malam.

Untung menyampaikan, suhu udara di Arab Saudi pada bulan September 2016 mendatang bisa mencapai 41-50 derajat Celcius. Kondisi itu jauh berbeda dengan tanah air, yang rata-rata hanya 30 derajat Celcius. Tingginya selisih suhu udara ditambah kondisi lingkungan yang sangat berbeda mengharuskan jamaah haji mempersiapkan kondisi fisik yang prima.

Menurut Untung, kondisi cuaca yang panas dan kurangnya pengenalan medan baru sering memperburuk kondisi fisik jamaah haji. Tidak jarang ditemui jamaah haji yang terkesan linglung akibat kekurangan cairan. "Ciri khas orang kekurangan cairan itu kan meracau. Nanti disangka stress atau gila, padahal bukan. Hanya karena kekurangan cairan," jelas dia.

Terkait standar kesehatan tersebut, Untung menambahkan, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama mengeluarkan istitha'ah atau kriteria kemampuan seseorang berhak naik haji. Kriteria ini juga mempertimbangkan aspek kesehatan. Seseorang yang telah diketahui menderita penyakit jiwa tidak diizinkan menunaikan haji ke tanah suci.  

Kemenkes mewajibkan semua jamaah untuk melakukan vaksin meningitis minimal dua pekan sebelum keberangkatan. Menurut Untung, saat ini pihaknya tengah menyiapkan vaksin baru dengan jaminan sertifikasi halal dari MUI. "Diharapkan Mei nanti sudah siap," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA