Friday, 4 Ramadhan 1442 / 16 April 2021

Friday, 4 Ramadhan 1442 / 16 April 2021

Kemenag Luncurkan Program Madrasah Riset

Rabu 04 Sep 2013 07:06 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Citra Listya Rini

Siswa madrasah (ilustrasi).

Siswa madrasah (ilustrasi).

Foto: Republika/Adhi Wicaksono

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Kementerian Agama (Kemenag) melaui Ditjen Pendidikan Islam (Pendis) meluncurkan program madrasah riset nasional (PROMADRINA) yang akan di berlakukan secara nasional. Program madrasah riset ini ditargetkan menjadi ujung tombak pengasah kemampuan riset siswa madrasah

Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag, Nur Syam mengatakan riset atau penelitian saat ini bukan lagi otoritasnya perguruan tinggi semata. Saat ini banyak kemampuan riset juga muncul dari siswa-siswa lembaga pendidikan baik dasar maupun menengah, termasuk didalamnya siswa madrasah.

Beberapa siswa madrasah pada tahun ini telah menunjukkan prestasinya di berbagai ajang riset baik di tingkat nasional, maupun internasional. Menurut Nur Syam, ini menunjukkan adanya potensi besar kemampuan riset siswa madrasah yang perlu diasah lebih baik. Bahkan, Pendis sudah menghasilkan buku terkait riset dari madrasah ini.

Ia mencontohkan di Jawa tengah ada MAN Kudus yang telah menyabet penghargaan nasional dalam hal penelitian pada tahun ini. Dan masih banyak lagi di Beberapa Madrasah Aliyah (MA) unggulan di beberapa daerah. "Ini memberikan gambaran, ternyata madrasah bisa menjadi pusat penelitian," kata Nur Syam kepada Republika, Rabu (4/9).

Di sisi lain, kata dia, Indonesia perlu mencetak mental peneliti sejak awal, seperti yang telah dicanangkan dalam program pendidikan nasional. Karenanya program Madrasah Riset merupakan langkah strategis bagi pengembangan penelitian dari siswa madrasah. 

Program madrasah riset ini pun akan menjadi program nasional, yang akan dijalankan di beberapa perwakilan madrasah di setiap provinsi. "Kita targetkan minimal ada satu madrasah di setiap provinsi menjadi madrasah riset," papar mantan Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Nur Syam menambahkan kemampuan riset ini tentunya bukan keahlian riset yang rumit, kompleks dan lengkap layaknya riset dari perguruan tinggi. Kemampuan riset di madrasah ini lebih bersifat implementatif dan sesuatu yang terjadi sehari di lingkungannya siswa.

Ia mencontohkan, misalnya bagaimana siswa madrasah bisa meneliti tentang minuman dan makanan sehat. Teknik mengawetkan bahan makanan secara sehat. Termasuk penelitian mengenai lingkungan hidup sekitar, air, tanaman dan lainnya.D

Diharapkan, siswa madrasah tidak hanya kuat dalam hal teoritis saja, tapi juga teori tersebut bisa dilakukan penelitian secara empiris. Jadi ke depan akan ada pembelajaran tuntas tidak hanya diajarkan di kelas, namun juga melakukan uji kebenaran dengan penelitian di lapangan.  

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA