Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Komunitas Muslim di Bhutan Terus Bertambah (Bagian-3, habis)

Senin 24 Jun 2013 20:46 WIB

Red: Damanhuri Zuhri

Raja Bhutan

Raja Bhutan

Foto: telegraph.co.uk

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh; Afriza Hanifa

Kaum Muslimin tak kesulitan menemukan makanan halal.

Muslimin pun tak kesulitan dalam menemukan pangan halal. Bahkan, menurut tour Muslim crescent rating, Bhutan memiliki banyak sekali ragam pangan vegetarian yang terkenal lezat.

Hingga kini, Muslimin Bhutan masih mencari hak kebebasan beragama. Kendati jumlah mereka sedikit, mereka ada dan beraktivitas seperti Muslimin lain yang hidup di negara minoritas Islam.

Keinginan mendapat hak kebebasan beragama pun makin menghasilkan titik terang dengan adanya komitmen kerajaan untuk menerapkan demokrasi.

Tapi, media Barat yang mencitrakan Islam dengan buruk pun tak luput didengar masyarakat Bhutan. Akibatnya, masyarakat terbawa pemahaman Islam ala Barat yang melekatkan Muslimin dengan terorisme.

Media banyak menghasut masyarakat dunia, termasuk Bhutan. Kendati demikian, masyarakat Bhutan tak pernah terlibat bentrok dengan Muslimin. Antarumat beragama, hidup harmonis menjalin kerukunan dan toleransi.

Untuk menampung ribuan Muslimin Bhutan terdapat sebuah masjid berdiri, guna memberikan layanan ibadah. Inilah satu-satunya masjid yang dimiliki Muslim Bhutan.

Masjid Jaigaon atau Joygaon, demikian namanya. Jaigaon merupakan nama sebuah kota kecil di Bengal Barat India. Lokasinya berada di perbatasan Bhutan. Di situlah gerbang Buthan berdiri yang membatasi negara tersebut dengan India.

Kendati nama masjid mengacu pada kota di India, Masjid Jaigaon berlokasi di Kota Phuentsholing, tetangga Kota Jaiagon. Kota di Bhutan Selatan tersebut merupakan salah satu pintu masuk Bhutan dari jalur India.

Karena sebagai administrasi antarnegara, perekonomian di sana maju pesat. Bank Bhutan pun berada di kota tersebut. Karena, sebagai lalu lintas perdagangan dan kebudayaan.

Phuentsholing banyak menyerap kebudayaan dari India. Pun demikian dengan budaya Islam. Di kota tersebutlah satu-satunya masjid bagi Muslimin Bhutan berdiri.

Tak banyak kabar tentang masjid tersebut. Bagaimana bentuk dan gaya arsitekturnya pun tak pernah dipublikasikan. Adapun tahun pembangunan masjid tersebut diberitakan baru berdiri pada 2008. Dengan adanya masjid tersebut, Muslimin Bhutan pun mendapat ruang bebas untuk menjalankan ibadah mereka.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA