Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Sejarah Islam di Cape Town (1)

Jumat 06 Jul 2012 19:28 WIB

Rep: Prima Restri Ludfiani/ Red: Chairul Akhmad

Umat Muslim di Cape Town, Afrika Selatan.

Umat Muslim di Cape Town, Afrika Selatan.

Foto: guardian.co.uk

REPUBLIKA.CO.ID, Sejarah Islam di Cape Town sangat menarik untuk disimak. Peninggalannya dapat dilihat dari beberapa makam atau karamat dan masjid yang ada di sana.

Cape Town berada di sisi selatan Provinsi Western Cape, Afrika Selatan. Islam pertama kali masuk di kota ini pada pertengahan 1600-1700-an melalui para politikus maupun ulama yang dibuang oleh Belanda dari Indonesia dan Malaysia. Tak heran jika tempat ini juga dikenal sebagai Cape Malay.

Walau umat Islam di Afrika Selatan hanya 1,5 persen dari seluruh populasi, tapi Islam telah memberikan warna tersendiri bagi negeri ini. Di Cape Town, komunitas Islam banyak tinggal di daerah Bokaap dan Kampung Makassar.

Di tempat ini terdapat beberapa makam penting para ulama penyebar agama Islam yang disebut karamat. Dan, ada sekitar 23 karamat di sekeliling Cape Town. Satu di antaranya yang sangat terkenal adalah makam Syekh Yusuf, seorang ulama besar, keponakan Raja Gowa yang di buang Belanda dan mendirikan Kampung Makassar.

Ajaran yang disampaikan Syekh Yusuf bahkan diakui oleh Nelson Mandela, sekaligus menginspirasinya untuk membebaskan Afrika Selatan dari apartheid.

Sebuah karya tulis bertajuk “Islamic History and Civilisation in South Africa: The Impact of Colonialism, Apartheid, and Democracy” yang dilansir di laman www.awqafsa.org.za juga menyebutkan soal peran Syekh Yusuf dari Makassar atau Abidin Tadia Tjoessop yang datang pada 1694 sebagai tahanan politik.

Ia bersama keluarganya tinggal di sebuah lahan pertanian di Zandvliet, sekitar 50 kilometer dari Cape Town. Di sinilah, Syekh Yusuf pertama kali membangun sebuah komunitas Muslim. Dalam perkembangannya, ada 12 imam dalam komunitas ini.

Kemudian pada 1697, datang Raja Tambora dari Jawa yang tiba di kota ini dalam kondisi dibelenggu rantai. Raja Tambora adalah orang pertama yang menulis Alquran di Cape Town. Alquran ini kemudian diberikan sebagai hadiah kepada Gubernur Cape, Simon van der Stel.

Sedangkan tahanan negara dari Malaysia, Tuan Guru Imam Abdullah Kadi Abdus Salaam, yang datang pada 6 April 1780 menjadi Muslim pertama yang mendorong pembangunan masjid pertama di Cape Town. Hal ini karena sejak pertama kali kedatangan Muslim di kota ini belum ada satu masjid pun yang didirikan.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA