Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Tragedi 600 Tahun Muslim Indocina (II)

Ahad 27 May 2012 06:00 WIB

Rep: teguh setiawan/ Red: M Irwan Ariefyanto

Muslim Cina

Muslim Cina

REPUBLIKA.CO.ID, Islamisasi masyarakat Champa terjadi serempak, mulai dari level atas sampai ke yang paling bawah. Tapi saat itu mereka tidak lagi memiliki negara. Mereka menjadi bangsa paria, papa, terlunta-lunta di tanah sendiri, dan terisolasi, setelah Kekaisaran Annam menganeksasi seluruh wilayah mereka. Untuk kali pertama dalam sejarah mereka, Champa menjadi bangsa diaspora. Banyak yang memutuskan meninggalkan kampung halaman mereka dan pindah ke Kamboja. Hanya sedikit saja yang memutuskan tetap bertahan di tanah leluhurnya. Dari Kamboja, sebagian lainnya melanjutkan perjananan ke Thailand dan Malaysia. Mereka yang singgah di Kamboja selamanya relatif mampu beradaptasi dengan masyarakat setempat, dan memperoleh akses ke istana kerajaan. Sedangkan mereka yang tinggal di Vietnam semakin tertindas, terisolasi, dan bangsa Annam melarang mereka menggunakan bahasa dan menjalankan ibadahnya.

Sejarah mencatat selama lebih 600 tahun etnis Champa di Vietnam tidak pernah mampu keluar dari nasib buruknya sendiri; miskin dan bodoh. Namun dari sekian lama periode itu, masa 100 tahun terakhir mungkin yang paling menghancurkan etnis ini. Selama 50 tahun perang kemerdekaan Vietnam-Prancis mereka menjadi target kedua serangan kedua pihak karena posisinya yang tidak menguntungkan. Ketika AS masuk dan meramaikan Perang Indocina II, orang-orang Champa menjadi target asimilisasi pemerintahan Ngo Dien Diem dan Nguyen Van Thiew.

Rejim komunis di Hanoi bersimpati terhadap penderitaan mereka. Namun setelah komunis memenangkan perang, Hanoi kembali menjalankan politik isolasinya. Tapi Champa hanya satu dari 54 etnis minoritas di Vietnam lainnya. Di Kamboja, selama Perang Indocina II, masyarakat Champa sempat mengorganisir dirinya untuk kembali membangkitkan kejayaan masa lalunya. Tapi upaya ini gagal, dan mereka menjadi target pembantaian Khmer Merah.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA