Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Begitu Lama Rasulullah Bersujud

Ahad 27 Mar 2016 08:20 WIB

Red: Agung Sasongko

Rasulullah

Rasulullah

Foto: wikipedia

Oleh: Nasaruddin Umar, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Orang yang menghayati hakikat sujud ia akan merasakan sujudnya terlalu pendek. Tidak heran jika Sayidatina 'Aisyah RA pernah menggambarkan lama sujudnya Nabi di dalam shalat malamnya seperti panjangnya orang yang membaca surah al-Baqarah. Hal itu bisa dimaklumi karena jika dalam rukuknya saja bisa menyaksikan pemandangan 'Arasy, apalagi dalam sujud. Rukuk biasa disebut sebagai fana pendahuluan (al-fana' al-awwal), sedangkan sujud disebut fana utama (al-fana' al-kamil).

Mungkin dari sinilah mengapa Nabi mengingatkan sahabatnya membaca dan menghayati ayat: Fasabbih bi ismi Rabbik al-'Adhim (bertasbihlah dengan Nama Tuhanmu Yang Mahabesar/QS al-Waqi'ah [56]:96), dan ketika sujud  memerintahkan untuk membaca dan menghayati  ayat: Sabbih ism Rabbik al-A'la (bertasbihlah dengan Nama Tuhanmu Yang Mahatinggi/QS al-Haqqah [69]:52).

Mungkin terinspirasi dari ayat-ayat tersebut sehingga formulasi bacaan dalam rukuk ialah: Subhana Rabbiy al-'Adhim wa bihamdih dan dalam sujud: Subhana Rabbiy al-A'la wa bihamdih. Jika kita mampu menghayati makna dan hakikat sujud sebagaimana digambarkan di atas, nisacaya shalat kita sudah menjadi "shalat langit", bukan lagi "shalat bumi", sebagaimana ilustrasi disampaikan Nabi: Ada dua umatku mengerjakan shalat. Sama-sama berdiri, rukuk, dan sujud, tetapi perbedaan kualitas shalatnya antara bumi dan langit. Allahu a'lam.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA