Wednesday, 7 Syawwal 1442 / 19 May 2021

Wednesday, 7 Syawwal 1442 / 19 May 2021

Melihat Ahli Maksiat Dapat Nikmat Lebih, Apa Sikap Kita?

Jumat 23 Apr 2021 05:58 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Nashih Nashrullah

Allah SWT memberikan nikmat kepada siapapun termasuk ahli maksiat (ilustrasi).

Allah SWT memberikan nikmat kepada siapapun termasuk ahli maksiat (ilustrasi).

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Allah SWT memberikan nikmat kepada siapapun termasuk ahli maksiat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Seseorang bertanya terkait dengan sebagian besar orang dari kelas atas memiliki kehidupan yang baik, mobil mewah, padahal mereka jauh dari agama. Mereka juga meminum alkohol, pakaian wanitanya pun terbuka. Lantas apa sikap kita?

Dilansir dari laman Islamweb pada Rabu (21/4), disebutkan bahwa sekalipun mereka memperoleh kebahagiaan dan kekayaan, dunia tidak lebih berharga dari sayap nyamuk. Sebaiknya seseorang tidak tertipu oleh apa yang tampak pada orang tidak melakukan ketaatan.

Orang yang beriman seharusnya dapat berfikir sama seperti Nabi ﷺ. Beliau pernah menyampaikan kepada Umar, أَمَا تَرْضَى أَنْ تَكُونَ لَهُمُ الدُّنْيَا وَلَنَا الْآخِرَةُ, "Tidakkah kamu ridha apabila dunia ini menjadi milik mereka, sedangkan akhirat untuk kita?" 

Seseorang juga harus dapat mengenali berkat apa saja yang sudah ia dapatkan. Dia juga harus berusaha mengubah dosa yang telah dilakukan, karena ini menjadi penyebab kehancuran dari apa yang menimpa orang-orang sebelumnya. Allah SWT berfirman: 

وَمَآ اَصَابَكُمْ مِّنْ مُّصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ اَيْدِيْكُمْ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍۗ "Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu)." (QS Asy Syuara ayat 30).

Seorang hamba harus terus melakukan kebaikan. Memang ada di antara orang-orang yang soleh, mereka hidup dalam kebahagiaan dan mendapatkan keberkahan dari Allah Ta'ala. Seorang hamba harus senantiasa percaya kepada Allah, dan dia senantiasa bersyukur dengan apa yang dia dapatkan dari-Nya.

Mintalah pertolongan kepada-Nya dan lakukan sesuatu yang dapat menyenangkan Allah Ta'ala. Allah telah menjamin rezeki setiap umatnya, dan dia menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya. Allah ﷻ berfirman dalam surat Adz Dzariyat 56-58:

وَمَا خَلَقۡتُ الۡجِنَّ وَالۡاِنۡسَ اِلَّا لِيَعۡبُدُوۡنِ . مَاۤ اُرِيۡدُ مِنۡهُمۡ مِّنۡ رِّزۡقٍ وَّمَاۤ اُرِيۡدُ اَنۡ يُّطۡعِمُوۡنِ . اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الۡقُوَّةِ الۡمَتِيۡنُ

"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku. Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh". 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA