Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

Lady Evelyn Cobbold, Tokoh Mualaf Skotlandia yang Makamnya Sering Diziarahi Muslim

Selasa 28 Jun 2022 04:41 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Ani Nursalikah

Tokoh mualaf Skotlandia Lady Evelyn Cobbold menikahi suaminya John Cobbold di 1891. Tidak diketahui secara pasti kapan Lady Evelyn masuk Islam. Lady Evelyn Cobbold, Tokoh Mualaf Skotlandia yang Makamnya Sering Diziarahi Muslim

Tokoh mualaf Skotlandia Lady Evelyn Cobbold menikahi suaminya John Cobbold di 1891. Tidak diketahui secara pasti kapan Lady Evelyn masuk Islam. Lady Evelyn Cobbold, Tokoh Mualaf Skotlandia yang Makamnya Sering Diziarahi Muslim

Foto: Philip Hope-Cobbold
Lady Evelyn melakukan haji ke Makkah pada usia 65 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, EDINBURGH -- Saat itu, pertengahan pagi di dataran tinggi Barat Laut Skotlandia dan mobil-mobil mulai masuk ke tempat parkir hutan di luar A890 di Glen Carron. Hari diperkirakan akan mendung, tetapi sekelebat sinar matahari terlihat saat sekelompok 20 orang pejalan kaki bersiap berjalan sejauh 10 kilometer ke Gleann Fhiodhaig di Wester Ross.

Kelompok pejalan kaki itu adalah para peziarah yang baru saja masuk Islam dan berencana mengunjungi makam seorang bangsawan Victoria. Untuk sampai ke sini, mereka telah melakukan perjalanan dari Edinburgh, Liverpool, Leicester, dan seterusnya untuk menghormati Lady Evelyn Cobbold. Ia adalah seorang tokoh Muslim yang dianggap sebagai wanita Muslim kelahiran Inggris pertama yang melakukan ziarah haji ke Makkah.

Baca Juga

Perjalanan itu diselenggarakan oleh The Convert Muslim Foundation, sebuah badan amal yang berbasis di Inggris yang menyediakan jaringan dukungan bagi orang-orang yang baru mengenal Islam. Pendirinya, Batool Al-Toma adalah seorang mualaf dari Irlandia yang mengundang kelompok tersebut untuk memulai perjalanan ke pegunungan.

"Sejak saya mendengar tentang Lady Evelyn, saya tertarik dengan ceritanya. Dia adalah wanita yang cukup tangguh yang tidak pernah membiarkan dirinya dikesampingkan hanya karena dia seorang wanita," kata Al-Toma dilansir dari BBC, Rabu (15/6/2022).

Tidak lama berjalan, hujan mulai turun. Topi dan tudung anti air menutupi kepala dan hijab mereka. Saat angin dan hujan menerpa mereka, banyak dari kelompok itu merenungkan perjalanan terakhir Lady Evelyn ke lembah menuju tempat pemakaman yang dipilihnya.

Tokoh itu meninggal pada Januari 1963 selama musim dingin yang sangat dingin dan dimakamkan di lereng bukit terpencil di perkebunan Glencarron miliknya. Lahir di Edinburgh pada akhir 1800-an, Lady Evelyn menghabiskan masa kecilnya antara Skotlandia dan Afrika Utara.

Di sanalah dia pertama kali mengenal Islam, mengunjungi masjid bersama teman-teman Aljazairnya. "Tanpa sadar saya menjadi sedikit Muslim di hati," tulis tokoh itu dalam tulisannya. 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA